Jalan Berlubang, Warga Desa Nogosari Tanami Pohon Pisang Sepanjang 2 KM

oleh -94 views
Ratusan warga Dusun Gumuk Bago Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, 26/5 saat memblokir Jembatan Desa

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Kondisiyang jalan rusak parah dan berlubang Membuat ratusan warga menutup Jembatan dengan bambu melintang, warga juga menanam pohon pisang di sepanjang jalan.

Rusaknya akses jalan tersebut disebabkan banyaknya lalulalang truck angkut tebu Pabrik gula Semboro yang melintasi setiap harinya.

Ratusan warga Dusun Gumuk Bago Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember, 26/5 memblokir Jembatan Desa, yang merupakan satu satunya akses kendaraan besar menuju jalan protocol, dengan menggunakan bambu yang diikat melintang, aksi pemblokiran ini lantaran kekecewaan warga terhadap pabrik gula yang tidak menepati janji.

Warga menuntut pihak pabrik supaya dana CSR yang dijanjikannya segera turun,  sebab sejak tahun 2014 dana CSR yang dijanjikan PG (pabrik gula) belum juga turun.

Rusaknya jalan Desa Sangat meresahkan warga, karena selain mengganggu aruslalulintas juga sering kali memakan korban kecelakaan, hingga, warga menuding salah satu penyebab kerusakan jalan adalah, dari angkutan truck tebu milik Pabrik Gula Semboro, yang melebihi muatan.

Warga yang emosi lantas menanami puluhan pohon pisang, ditengah jalan  yang berlubang sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Sementara kordinator aksi ma’asim mengatakan, dirinya meresa kecewa karena sudah sekian lama  jalan yang sudah rusak parah belum juga diperbaiki oleh pihak Pabrik Gula (PG) itusendiri.

Ma’asim mengancam, jika tuntutan tidak segera di penuhi oleh pihak pabrik maka dirinya beserta warga akan melakukan demo yang lebih besar lagi.

Penutupan jembatan dengan menggunakan bamboo dan penanaman pohon pisang ini akan terus dilakukan warga hingga pihak perkebunan atau pabrik gula Semboro atau pun pihak pemerintah desa hingga dilakukan perbaikan, (dik/dany/petal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *