Jajaran Forkopimda Plus Siap Divaksin

oleh -49 views
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Vaksin Covid-19 di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

LUMAJANG, Kamis (28/1/2021) suaraindonesia-news.com – Jajaran Forkopimda plus, yang terdiri dari Bupati Lumajang, Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, Sekda Lumajang, Kapolres Lumajang, Dandim 0821, Danyon 527, Kajari Lumajang, Ketua Pengadilan Negeri Lumajang, Wakapolres Lumajang, Ketua Pengadilan Agama, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Ketua TP PKK, Asisten Administrasi, Kepala Kemenag, Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua PPNI dan Ketua IBI, menyatakan siap untuk di vaksinasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Vaksin Covid-19 di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang. Yang mana disela-sela sambutannya, Bupati Lumajang, menawarkan kepada masing-masing jajaran Forkopimda Plus, apa siap untuk di vaksin.

“Alhamdulillah semua kompak setuju dan bersedia di vaksin,” kata Cak Thoriq.

Saat ini kata Cak Thoriq, prioritas vaksinasi bagi pelayan masyarakat di semua lapisan yaitu pada tahapan berikutnya, seperti guru. Ada tahapan terukur dengan sukses pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lumajang.

“Saya tidak ingin ada penyampaian negatif dan miss informasi yang tidak produktif di Kabupaten Lumajang, terkait vaksinasi ini,” papar politisi PKB ini.

Cak Thoriq berharap Covid-19 ini hilang, dan kehidupan normal kembali seperti sedia kala sebelum pada masa pandemi Covid-19.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius, kepada awak media ini mengatakan kalau vaksinasi awal dilakukan kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai tahap pertama ini.

“Dan pada tahap awal pertama ini ada sebanyak 655 personil nakes yang dilaksanakan vaksin bersama jajaran Forkopimda Plus,” jelas dr Bayu.

Dan dikatakan dr Bayu, jumlah 655 tersebut bisa saja berkurang, karena dari jumlah tersebut bisa saja ada personil yang mengalami gejala Covid-19 atau tidak lolos screening dan faktor lainnya.

Upaya penegakan disiplin, dikatakan dr Bayu akan terus ditingkatkan, sebab tidak bisa 100 persen setelah divaksinasi orang tersebut akan kebal.

“Kondisi saat ini terkendali dan menurunnya angka pasien di Rumah Sakit (RS), ini perlu dipertahankan agar dampak sosial di masyarakat dapat ditanggulangi,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *