Jaga Marwah Pemprov Malut, Beberapa Pejabat Siap Letakan Jabatan Untuk Tim Sukses

Foto SekProv Malut Hi Muabdin Hi Radjab SH melantik dan Mengukuhkan Pejabat Esalon III dan IV jilid II

Reporter: Ipul

Ternare Malut, Sabtu (04/03/2017) suaraindonesia-news.com – Dari aksi yang dimotori Etnis Tobelo Galela (Togale) dan PNS asal Oba Tikep, pada Senin (27/2) kemarin, yang mendesak gubernur membatalkan SK pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon III dan IV jilid II, beberapa waktu lalu, membuat para pejabat yang dikukuhan maupun dilantik itu, tidak konsentrasi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Bahkan salah satu pejabat esolon IV di Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa (DPMD) Malut, Zulkifli Bian, mengaku siap meletakkan jabatanya bersama tiga temannya yang memegang jabatan eselon IV di Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Desa Tertinggal. Tujuanya, untuk diberikan kepada tim sukses dan PNS etnis Togale, Sanana, Taliabu, dan Warga Oba, yang menentang pelantikan tertanggal 24 Februari lalu, karena beralasan belum kebagian jabatan.

” Kami siap tanggalkan jabatan ini dengan ikhlas dan tulus menjadi staf biasa, guna menjaga marwah pemerintahan provinsi Maluku Utara dibawa kepemimpinan gubernur Abdul Ghani Kasuba,” akunya.

Zulkifli menegaskan, langkah yang dilakoni bersama tiga rekannya untuk siap meletakan jabatannya, dan memberikan kepada tim suskses dan etnis Togale dan Sanana-Taliabu, diakui sebagai upaya menggalang gerakan selamatkan Pemerintahan Gubernur Maluku Utara.

” Kami lakukan ini agar tidak lagi harus ada yang lakukan aksi palang kantor, dan anarkis di kantor gubernur Malut, karena ini berdampak terhadap instabiltas kinerja pemerintahan yang megakibatkan pelayanan publik tidak berjalan makasimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama rekan-rekanya sangat menjunjung tinggi hasil kerja tim investigasi yang diketua Kepala Inspektorat Bambang Hermawan, karena sudah menghasilkan pelantikan dan pengukuhan pejabat eselon III dan IV, tertanggal 24 Ferbuari lalu.

Hanya saja, untuk menjaga stabilitas pemerintahan gubernur, agar tidak lagi bergejolak dan muculnya riak-riak atau protes oleh tim sukses maupun etnis Togale,Sanana,Taliabu, maka langkah tepat jabatan yang diberikanya harus dikembalikan kepada gubernur.

“Kami ucapakan terima kasih kepada Gubernur atas kepercayaan yang berikan kami. Tapi jabatan yang kami emban ini harus ditanggalkan,” tutup Zulkifli.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here