IYC Tuntut Perencanaan Dan Serapan Program Pemkab Bangkalan Transparan

oleh -116 views
Pegang mic, Hasbi pengurus IYC. (Foto: Anam/SI).

BANGKALAN, Selasa (17/11/2020) suaraindonesia-news.com – Perjalanan dua tahun kepemimpinan Ra Latif-Mohni Bupati dan wakil Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur kinerjanya tidak lepas dari sorotan para pemuda yang tergabung dalam lembaga organisasi Indonesia Youth Congres (IYC).

IYC juga menyoroti transparansi perencanaan dan perealisasian Dana Insensitif Daerah (DID) senilai Rp 27,4 miliar yang dicairkan dalam dua tahap pada Juni dan Agustus 2020 itu yang tujuannya diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19. Sedangkan dana BTT hasil dari refocussing senilai Rp 88 Miliar untuk penanggulangan wabah Covid-19.

Hasbi Abdul Malik pengurus IYC mengatakan masyarakat perlu tahu dengan program yang akan sedang dan telah dilaksanakan oleh pemerintah sehingga keikutsertaan dalam mengawal serta mengevaluasi kegiatan program bisa kian akuntabel, dan terealisasi maksimal.

“Bahwa pemerintah tidak dapat memberikan dampak adanya Dana Insentif Daerah (DID) dan dana (Belanja Tak Terduga) BTT kepada masyarakat Bangkalan. rakyat butuh keterbukaan informasi itu, untuk apa saja fungsi dana DID dan BTT itu. Apa untuk pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan di masa pandemi karena nyatanya direalisasi lapangan lebih banyak yang berbentuk fisik,” ujar Hasbi kala dikonfirmasi Selasa (17/11) malam.

Lanjut Hasbi Rakapitulasi Data Anggaran terkait Dana BTT yang diberikan kepada DPRD itu tidak singkron dengan Rekapitulasi yang dimiliki oleh IYC, juga masalahnya anggarannya jauh dan sangat fantastis.

Terpisah Zairinsyah Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan menjelaskan bahwa serapan dana BTT hingga kini sudah mecapai 47 persen disesuaikan dengan kebutuhan setiap OPD. Sementara dana DID diakuinya perealisasian sudah sesuai dengan mekanisme juga sesuai peruntukannya.

“Dana BTT itu merupakan mandat dari pusat yang harus dianggarkan oleh pemerintah daerah sebanyak 35 persen, jika tidak menganggarkan maka kita akan diblack list. Sedangkan DID digunakan untuk pemulihan ekonomi, baik di bidang kesehatan, pertanian, infrastruktur maupun bidang lainnya, dan sekarang sedang dalam proses,” katanya.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *