BeritaPolitik

Istighasah Kubra di Asta Tinggi, Ribuan Masyarakat atas Nama Muhibbin Dukung Kiai Ali Fikri Menuju Pilkada 2024

×

Istighasah Kubra di Asta Tinggi, Ribuan Masyarakat atas Nama Muhibbin Dukung Kiai Ali Fikri Menuju Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
IMG 20240822 200058
Foto: Tampak Ribuan Masyarakat mengatas namakan Muhibbin atau Mas Kiai saat melakukan Istighasah Kubra di Asta Tinggi Dukung Kiai Ali Fikri Pilkada 2024 di Sumenep.

SUMENEP, Kamis (22/08) suaraindonesia-news.com – Ribuan pendukung setia KH Muhammad Ali Fikri, atau yang akrab disapa Mas Kiai, memadati kawasan Asta Tinggi, Kabupaten Sumenep.

Mereka berkumpul dalam sebuah acara istighasah kubra, yang dihadiri oleh puluhan ulama dari berbagai wilayah, dengan satu tujuan: mendukung langkah Mas Kiai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Acara doa bersama ini mencerminkan aspirasi masyarakat yang berharap agar sosok karismatik dari Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa ini dapat memimpin Sumenep ke arah yang lebih baik.

Kiai Ali Sabit Habibi, salah satu loyalis utama Mas Kiai, menyatakan bahwa KH Muhammad Ali Fikri merupakan penerus dari perjuangan Kiai Waris Ilyas, tokoh besar dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep.

Menurutnya, jika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP tidak memberikan rekomendasi kepada Kiai Ali Fikri untuk maju sebagai calon bupati Sumenep, pihaknya bersama masyarakat siap mengambil tindakan tegas.

“Kiai Ali Fikri Warits adalah anak biologis dari Kiai Waris Ilyas, tokoh besar PPP Sumenep. Jika DPP PPP tidak merekomendasikan beliau sebagai calon bupati, kami bersama masyarakat siap ambil tindakan tegas,” tegas Kiai Ali Sabit di hadapan para hadirin istighasah.

Kiai Ali Sabit bahkan mengancam bahwa Sumenep akan mengalami “kiamat politik” jika tuntutan ini tidak dipenuhi.

Dalam suasana penuh semangat, ia menegaskan bahwa para loyalis Mas Kiai akan terus berjuang dan tidak segan untuk mengepung kantor PPP Sumenep jika aspirasi mereka diabaikan.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Muhibbin Mas Kiai, Adi Purnomo, mengungkapkan tiga poin utama yang menjadi landasan dalam istighasah kali ini.

Pertama, mereka mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60 tentang Pencalonan dalam Pilkada.

Kedua, mereka menolak calon tunggal dalam Pilkada Sumenep 2024. Dan ketiga, mereka mendesak PPP untuk memberikan rekomendasi kepada Mas Kiai.

“Kami ingin memastikan bahwa demokrasi di Sumenep tetap hidup dan berkembang. Oleh karena itu, kami mendorong agar PPP memberikan rekomendasi kepada Mas Kiai,” ujar Adi.

Adi juga menambahkan bahwa pemilihan Asta Tinggi sebagai lokasi istighasah bukan tanpa alasan.

Tempat ini dianggap sebagai pusat energi spiritual di Sumenep, di mana para auliya dan raja-raja disemayamkan.

Doa dan tawasul kepada para auliya ini diharapkan dapat memperkuat perjuangan Mas Kiai.

“Dengan dukungan spiritual dari para auliya, kami yakin Mas Kiai adalah pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat, yang mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi Sumenep,” tambah Adi.

Dengan semangat yang membara, para muhibbin berkomitmen untuk terus mendukung Kiai Ali Fikri dalam perjuangannya menuju Pilkada 2024.

“Kami percaya, Mas Kiai adalah sosok yang tepat untuk membawa perubahan signifikan di semua sektor kehidupan di Sumenep,” pungkasnya.