Irwan Diduga Pengelapan Mobil, Babak Belur Dihajar Preman

oleh -52 Dilihat
Korban diduga Penganiayaan, Irwan,25. Warga Blang Seunibong Langsa sedang menjalani perawatan insentif di RSUD Kota Langsa. Rabu (15/10)

ACEH, Suara Indonesia-News.Com – Dua orang oknum Polisi dari Polsek Kota Langsa, Aceh diduga ikut terlibat penganiayaan yang di lakukan Eko, Epin, Gilang, dan Mirja warga Gampong Jawa, Langsa pada Senin (13/10) di salah satu Door Smer Jalan Irian sekitar Pasar hewan di Kota Langsa.

Menurut pengakuan korban Irwan, (25). Warga Blang Seunibong Kecamatan Langsa Kota saat di temui Wartawan di ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Selasa (14/10) malam menyebutkan, pada hari Senin (13/10) kemarin dirinya di jemput Muya Warga Tualang Teungoeh Kota Langsa, dari tempat kediamannya dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat.

“Dalam perjalanan di persimpangan Paya Ketenggar Kabupaten Aceh Tamiang, saya di tabrak dari belakang dengan menggunakan mobil Avanza BK 83 SM warna hitam yang di kemudikan Eko, setelah saya jatuh polisi itu memborgol saya, saya minta diantar ke rumah sakit, tapi bukannya di bawa ke rumah sakit, malah saya di bawa ke salah satu gudang yang ada di salah satu Door Smer (tempat cuci kenderaan) sekitar Pasar Hewan Kota Langsa, di sana saya di pukul hingga tidak menyadari diri (pingsan) baru saya dibawa ke rumah sakit Cut Nyak Dhien, jalan TM Bahrum, Kota Langsa ” Ujar Irwan.

Menurut ibu kandung Korban (Irwan-Red) Nursiah menjelaskan kepada Wartawan, ” kasus ini sudah saya laporkan ke SPK Polres Langsa sekitar pukul 12:00 WIB pada, Selasa (14/10).

Namun di tolak oleh Kanit SPK, dengan alasan tidak ada Saksi. Dan alat bukti, kalau hanya foto tidak bisa di jadikan alat bukti,” Ujar Nursiah, menirukan kata-kata Kanit SPK Polres Langsa.

Sementara Kapolsek Langsa Kota AKP Armen saat di konfirmasi Wartawan melalui hand phone selulernya, Selasa (14/10), membenarkan pada Senin ada insiden kecelakaan yang di alami Irwan.

“dia itu (Irwan-Red) kecelakan pada saat kejar-kejaran dengan anggota kita di daerah Paya Tenggar, dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus penggelapan mobil rental, tidak ada penganiayaan dan saksinya juga sudah kita BAP,” kilah AKP Armen.

Kapolrel Langsa AKBP. H. Hariadi SH, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu. Sutrisno saat di konfirmasi melalui Hand phonenya, Selasa (14/10), terkait penolakan yang dilakukan pihak SPK Polres Langsa terhadap laporan keluarga korban, menyebutkan, “saya belum tahu itu karena belum masuk ke Reskrim,’ jelas Sutrisno.

Sementara itu, Dr. Gunawan yang menangani korban pada Pers¬† menyebutkan, “berdasarkan hasil Ronxen korban mengalami patah jari kaki dan jari tangan, itu yang bisa saya sampaikan lebih dari itu silakan hubungi bagian Medik,’ ujar Darmawan.

Saat ini korban didampingi Tim Advokasi dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), menurut kuasa hukum yang di tunjuk oleh YARA Habsa, SH menyebutkan, Polisi harus segera menuntaskan kasus ini,

“kasusnya tersebut harus andil untuk di pilah yang mana dugaan penggelapan Mobil dengan dugaan penganiayaan korban. jelasnya.

Reporter:Rusdi Hanafiah

Tinggalkan Balasan