Inovasi Ubi Jalar dan Beras Hitam Jadi Sereal

oleh

Reporter: Adhi

Surabaya, 21/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Gaya hidup masyarakat Indonesia kini sudah tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan mengkonsumsi makanan instan. Sejatinya, penganan instan bukanlah budaya asli kita, namun perubahan zaman yang disertai dengan tuntutan gaya hidup serba cepat membuat bangsa Indonesia harus terus berinovasi.

Salah satunya di bidang pangan. Ada cukup banyak tanaman pangan lokal khas Indonesia yang menyimpan berjuta manfaat bagi kesehatan namun belum pernah diolah menjadi penganan siap saji. Dua contohnya adalah beras hitam varietas Jawa dan ubi jalar atau ubi ungu.

“Beras hitam varietas Jawa terutama mengandung antioksidan yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi jika dibandingkan varietas beras hitam lain. Ubi jalar sendiri kaya akan serat dan menghasilkan warna yang menarik tanpa perlu pewarna tambahan,” ujar Thomas Indarto selaku dosen pengampu mata kuliah Teknik Pengolahan Pangan di Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS).

Adalah Maria Eleonora Angelina, mahasiswi FTP UKWMS semester 7 di bawah bimbingan Thomas yang memiliki ide membuat inovasi sereal instan dari beras hitam varietas Jawa dan ubi ungu.

“Keduanya kaya serat sehingga dapat memperlancar saluran pencernaan dan juga kaya antioksidan sehingga diharapkan dapat mencegah kanker, penuaan dini, kolestrol dan penyakit-penyakit lainnya,” ungkap Maria.

Selain antioksidan, beras hitam juga mengandung kadar gula yang lebih sedikit, lebih banyak serat dan vitamin E. Sayangnya beras hitam maupun ubi ungu masih jarang dimanfaatkan, rasanya yang khas dan bentuknya yang kurang praktis untuk gaya hidup modern yang serba cepat, menginspirasi Maria untuk menyajikannya dalam bentuk sereal instan dalam kemasan unik.

Dengan demikian, nilai jual produk pangan lokal Indonesia tersebut dapat meningkat, bahkan membuka kesempatan untuk dinikmati oleh masyarakat luar negeri.

Maria yang merupakan Mawapres Juara II tingkat Kopertis VII Jawa Timur tahun 2016 ini menamai produknya Nutrifast.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *