Ini Upaya Penanggulangan Bencana yang Dilakukan Pemkab Jember

oleh -594 views
Plt. Kepala BPBD Jember Sigit Akbari saat memberikan pemaparan. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Sabtu (27/11/2021) suaraindonesia-news.com – Komisi E DPRD Jatim menyelenggarakan Perda 03 2010 tentang Penanggulangan Bencana di Jatim dan Upaya Antisipasi Penanggulangan  Bencana Hidrometereologi dan La Nina.

Acara sosialisasi ini diikuti oleh para relawan kebencanaan di Kabupaten Jember, Sabtu (27/11/2021).

Salah satu pembicara yang dihadirkan dalam acara sosialisasi tersebut ialah Plt. Kepala BPBD Jembet, Sigit Akbari.

Dalam sosialisasi tersebut, Plt. Kepala BPBD Jember, Sigit Akbari menyampaikan berbagai potensi bencana alam di Jember, mulai dari tanah longsor, banjir serta tsunami.

Sigit menjelaskan berbagai langkah prabencana yang telah disiapkan oleh Pemkab Jember, mulai dari pembentukan Destana (Desa Tangguh Bencana) dan Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana), pelatihan dan peningkatan kapasitas relawan dalam penanganan bencana, simulasi kebencanaan serta pelatihan warga tanggap bencana.

“Sementara untuk langkah saat bencana kami melakukan kajian cepat dan penentuan status keadaan darurat bencana, pendistribusian bantuan, perlindungan pengungsi dan keamanan aset milik para pengungsi,” urai Sigit.

Sedangkan langkah pascabencana di antaranya rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana, sosial, ekonomi, kesehatan dan ketertiban lingkungan, bantuan stimulan rumah serta perbaikan infrastruktur.

Acara tersebut para relawan kebencanaan juga diperkenankan untuk menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber.

Salah satu penanya dari Yayasan Selobonang Jember, Yunita menyampaikan aspirasi mengenai urgensi dibuatkannya Perda untuk perlindungan gumuk.

Jember sangat terkenal dengan julukannya sebagai “Kota Seribu Gumuk”. Jumlah gumuk yang awalnya sekitar 1500-an kini hanya tinggal 600 karena eksploitasi yang dilakukan sejak tahun 1990. Kandungan galian gumuk yang memiliki nilai ekonomi tinggi memicu manusia untuk terus mengeruk dan mengubahnya menjadi lembaran uang.

Serupa dengan hutan, gumuk juga bagian dari ekosistem alam yang menjaga keseimbangan alur hidup ekosistem. Sebagai sebuah ekosistem sudah tentu gumuk juga digunakan sebagai tumbuh berkembangnya jenis flora dan fauna tertentu serta dapat berperan dalam peresapan air.

Beberapa fungsi yang membedakan gumuk dan hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem adalah tempat keberadaannya. Gumuk tidak hanya dijumpai di daerah pedesaan, namun juga banyak terdapat di perkotaan. Oleh karena itu beberapa gumuk terkadang bisa digunakan sebagai paru-paru kota.

Tubuh gumuk juga dapat memecah angin. Jember yang sangat dekat dengan Samudra Hindia mengakibatkan banyak hembusan angin kencang yang datang. Keberadaan gumuk mampu memecah angin yang datang sehingga tidak lagi berbahaya. Fungsi gumuk yang demikian dimungkinkan memiliki peran dalam pembentukan iklim khas sejuk di daerah Jember. Iklim ini yang mengakibatkan tembakau yang ditanam di Jember memiliki rasa yang khas.

“Namun saat ini jumlahnya semakin berkurang akibat aktivitas pertambangan galian C,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sigit Akbari berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati Jember Hendy Siswanto.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan