Ini Permintaan Tim hukum dan Advokasi Sugeng Teguh Santoso, Terkait Kasus Anak Korban Kekerasan Sexual di TK Mexindo

Sugeng Teguh Santoso

BOGOR, Selasa (22 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Tim hukum dan advokasi Sugeng Teguh Santoso “Sang Pembela” selaku kuasa hukum dari MF ibu korban kekerasan sexual di TK Mexindo, menegaskan agar kepolisian segera menetapkan tersangka sehubungan dengan perkara itu.

Hal ini dikarenakan, perkara tersebut menurutnya telah dilengkapi visum et repertum dan visum psikiatrikum sebagai bukti sah di dalam hukum.

“Dalam visum itu, telah diterangkan adanya trauma tumpul, dimana dengan demikian telah terang benderang adanya peristiwa hukum berupa kekerasan sexual kepada korban QZ,” terangnya.

Menurur Prasetyo Utomo selaku ketua bidang hukum “Sang Pembela” Perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA itu, saat ini sudah memasuki tahap penyidikan, karena dinilai telah terdapat bukti permulaan yang cukup, yangmana dengan demikian maka sebagai wujud perlindungan bagi korban, seharusnya segera dilakukan penetapan tersangka dan penahanan, agar hal serupa tidak dilakukan lagi oleh pelaku.

Dalam pendampingannya, prasetyo utumo juga berkoordinasi dengan perwakilan ketua bidang hukum TRC PA Heri Perdana Tarigan, dengan hadirnya team reaksi cepat perlindungan anak indonesia, prasetyo optimis dengan bertambahnya keterlibatan pegiat anak, akan membuat kontribusi untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Sampai saat ini tim hukum dan advokasi sugeng teguh santoso yang dikoordinasikan oleh Prasetyo Utomo telah melakukan pendampingan sejak awal agustus 2017, dimana sejak pendampingan itu perkara menjadi dinaikan ke tahap penyidikan. Baca Juga: Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Hadiri Sosialisasi Kampanye Anti Narkoba

Sehubungan dengan hal itu, maka tim hukum “Sang Pembela” Sugeng Teguh Santoso disertai bidang hukum TRC PA menyatakan sikap bahwa:

1. Mendorong kepolisian agar segera melakukan penetapan tersangka, sehubungan dengan perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA, karena perkara tersebut teah dinaikan ke tahap penyidikan dengan dasar bukti yang cukup.

2. Mendesak agar perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA segera dilimpahkan ke kejaksaan demi wujud pemenuhan hak bagi korban yang masih anak di bawah umur, sehubungan dengan peaksanaan perindungan anak melalui hukum pidana.

3. Mengundang publik untuk turut serta melakukan pengawasan dan pengawalan kasus tersebut, karena kasus itu telah mengakibatkan seorang anak di indonesia mengalami trauma psikis dan trauma fisik. (T2g)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here