Info Laka KLM Putri Kuning Simpang Siur, Polres Sumenep: Terakhir di Tiang Rig Milik PT Medco Energi

oleh -104 views
Foto: Korban selamat KLM Putri Kuning Asal Giliraja Sumenep saat mendapatkan penanganan medis di Postu Puskesmas Giligenting Sumenep. (Foto: Istimewa/SI).

SUMENEP, Sabtu (22/07/2023) suaraindonesia-news.com – Hingga saat ini, kronologi peristiwa kecelakaan laut Kapal Layar Motor (KLM) Putri Kuning di Perairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Rabu (19/7) lalu masih simpang siur.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, pihaknya mengaku masih sulit mendapatkan data dan informasi yang akurat, baik terkait jumlah dan identitas korban bahkan termasuk identitas tiang reg yang ditabrak versi korban selamat.

“Info terakhir reg milik santos (PT. Medco Energi, red), itu info dari korban selamat, maklum korban masih syok, sehingga kami belum bisa tanya lebih jauh,” kata Widi. Jumat (21/07) kemarin.

Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, tambah Widi, reg yang ditabrak KLM Putri Kuning bukan milik Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) tetapi milik Santos (PT. Medco Energi).

“Hasil konfirmasi kami, ternyata tiang reg yang ditabrak milik Santos,” sebut Widi.

Dikonfirmasi terpisah, Lead Field Relations Medco Energi Madura Offshore Pty. Ltd. Hartono mengaku belum bisa memberikan keterangan detail soal lokasi kecelakaan KLM Putri Kuning yang disebut sebagian sumber bukan di lokasi pemasangan tiang Rig pengeboran milik HCML melainkan Medco.

Baca Juga: KLM Putri Kuning Karam, HCML : Koordinat Lokasi Kecelakaan Jauh dari Platform MAC

“Maaf saya tidak berwenang memberikan statement dan WA sampeyan saya teruskan ke tim media kami,” katanya.

“Saya humas tapi tidak pegang urusan media, Mas. WA udah saya forward ke tim kantor pusat,” tambahnya, singkat.

Sementara VP Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi menyampaikan hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses penyelidikan oleh aparat berwenang.

“Kami juga turut berbelasungkawa atas korban kecelakaan ini, dan menunggu proses penyelidikan yang saat ini tengah dilakukan oleh aparat berwenang,’’ ujar Arif Rinaldi, melalui pesan singkat.

Sebelumnya, Polres Sumenep mengungkapkan, tenggelamnya KLM Putri Kuning di perairan Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (19/7) diduga akibat sarat muatan dan cuaca buruk.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, menjelaskan sekitar pukul 02.00 WIB, KLM Putri Kuning tenggelam, diduga menabrak tiang rig pengeboran HCML MAC di perairan Gili Genting.

Belakangan, pernyataan itu dibantah oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Husky – CNOOC Madura Limited (HCML).

Manager Regional Office and Relations HCML, Hamim Tohari menjelaskan bahwa kecelakaan KLM Putri Kuning tidak terjadi di sekitar platform MAC, karena koordinat lokasi kecelakaan jauh dari lokasi anjungan. HCML meyakini bahwa kapal yang diduga sarat muatan dan dihantam cuaca buruk itu bukan menabrak platform MAC HCML.

“Pertama-tama, kami menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa saudara kita yang menjadi korban kecelakaan KLM Putri Kuning. Namun, perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan kondisi di lapangan, tidak ada kejadian kapal menabrak platform MAC HCML pada hari Rabu (19/7) ini,” katanya, Kamis (20/07) kemarin.

Hamim menjelaskan bahwa titik koordinat dalam rilis yang disampaikan pihak Polres bukanlah koordinat sumur MAC.

“Informasi dari tim kami di lapangan, koordinat yang dirilis polres adalah Latitude -7.37681652 dan Longitude 113.91003326. Titik tersebut jauh dari sumur MAC,” paparnya.

Hal lain yang menguatkan bahwa laka laut tidak terjadi di sekitar platform MAC adalah adanya aktivitas 130 orang anggota tim project HCML yang menyelesaikan MOPU di Sumur MAC.

“Tim tersebut bekerja dan tinggal di lokasi sumur (area offshore/lepas pantai, red). Jadi di sana ada sejumlah pekerja yang beraktivitas,” tambah Hamim.

Reporter: Zaini Amin
Editor: Wakid Maulana
Publisher: Nurul Anam

Tinggalkan Balasan