Ikut Meriahkan Hari Jadi Indramayu ke-492, SDN Paoman IV Buka Stand Pembinaan SD

Stand Pembinaan SD SDN Paoman IV di Hari Jadi Indramayu ke-492.

INDRAMAYU, Jumat (18/10/2019) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka ikut memeriahkan Hari Jadi Indramayu ke-492, SDN Paoman IV Buka Stand Pembinaan SD.

Ribuan masyarakat Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ramai-ramai mengunjungi Stand Pembinaan SD sehingga menambah suasana ramai stand yang mengusung tema mengenal dan belajar mangrove.

Acara yang digelar dilapangan Gor Singalodra, kunjungan Siswa dan siswi SD dari berbagai sekolahan di Kabupaten Indramayu memeriahkan suasana stand pameran pembinaan SD.

Menurut Lutfiyah, S.Pd. MM, kepala SDN Paoman IV kepada media ini menuturkan, pembukaan Stand Pembinaan SD ini dalam rangka memperingati hari jadi Indramayu yang ke-492, dengan tema mengenal dan belajar Mangrove.

Dimana setiap harinya selalu padat dikunjungi oleh masyarakat Indramayu khususnya siswa SD yang ada di Kabupaten Indramayu, menurutnya, harapan dari kegiatan belajar mangrove tersebut supaya siswa-siswi cerdas dan berkarakter.

“Alhamdulillah, Stand Pembinaan Sekolah Dasar ini setiap harinya banyak dikunjungi pengunjung dari siswa dan siswi SD yang ada di Kabupaten Indramayu,” kata Lutfiyah.

Stand Pembinaan SD SDN Paoman IV di Hari Jadi Indramayu ke-492.

Pembukaan Stand Pembinaan SD kata Lutfiyah, dalam rangka supaya anak-anak tahu dan belajar mangrove, karena keindahannya dan manfaat mangrove begitu besar.

“Harapan saya, supaya anak-anak bisa mengenal dan belajar mangrove, beriman dan bertaqwa, cerdas serta berkarakter,” ujarnya.

Kepala SDN Paoman IV anggun dan cantik ini saat juga mengatakan, bahwa pada tahun 2018 dirinya pernah mendapatkan penghargaan Muri sekolah pertama mangrove di Indonesia dari Menteri Lingkungan Hidup di Kabupaten Cirebon.

“Saya pernah dapat penghargaan Muri dari menteri lingkungan hidup pada tahun 2018 di kabupaten Cirebon, saya membawa 20 anak-anak sekolah mangrove yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, bahwa ia punya sekolah mangrove yang awalnya ada 3 sekolah mangrove, kemudian bertambah menjadi 11 sekolah, kemudian berkembang menjadi 26 sekolah dan sekarang menjadi 41 sekolah mangrove dari Kecamatan Krangkeng sampai Kecamatan Kandanghaur, jadi wadahnya itu ketika guru-guru membuat program tabungan program semester dan KK Pembelajaran itu adanya di KKG (Kelompok Kerja Guru) berbasis lingkungan.

“Saya berharap, Pertamina kedepannya tetap mensuport kegiatan sekolah mangrove ini agar jangan sampai di putus, karena tolak ukur keberhasilan Pertamina dalam program ini bisa berdiri sendiri dan termasuk Pertamina ini sudah berhasil membina sekolah mangrove dan kalau seandainya program sekolah mangrove ini diputus tidak ada kelanjutannya dalam arti Pertamina tidak berhasil dalam membina sekolah mangrove ini,” tuturnya.

Untuk itu ia berharap, semoga kedepannya Pertamina akan selalu mensuport dan mendukung program sekolah mangrove ini.

“Kegiatan sekolah mangrove ini dibiayai dan di suport oleh Pertamina, harapan kedepannya mudah-mudahan pihak Pertamina sekolah mangrove ini berjalan lancar jangan sampai diputus dan kalau diputus dari Pertamina, sekolah mangrove ini nanti akan dilanjutkan ke program yang lain yang ada hubungannya dengan pendidikan,” terangnya.

Reporter : Sono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here