exodus
Berita UtamaNewsSosial Budaya

Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 Ditutup Khidmat, Dihadiri Syurafa Internasional dan Tokoh Nasional

×

Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 Ditutup Khidmat, Dihadiri Syurafa Internasional dan Tokoh Nasional

Sebarkan artikel ini
IMG 20260720 161606
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (kiri) bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., saat menghadiri Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Minggu (19/7/2026).

SUMENEP, Senin (20/07) suaraindonesia-news.com – Rangkaian Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 resmi ditutup pada Ahad (19/7/2026) di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Puncak kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan ribu jamaah Tarekat Tijaniyah dari berbagai provinsi di Indonesia serta sejumlah negara.

Sejak pagi, kawasan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dipadati jamaah yang memenuhi lapangan utama maupun sejumlah titik di lingkungan pesantren. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib hingga menjelang waktu Zuhur, mencerminkan semangat dzikir, ukhuwah, dan kebersamaan yang menjadi tema penyelenggaraan Idul Khotmi tahun ini.

Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, KH. Junaidi Rasyidi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki makna istimewa karena dihadiri para syurafa’ Tarekat Tijaniyah dari berbagai negara.

Mereka di antaranya Sayyidi Syarif Muhammad Al-Habib dan Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri dari Mesir, serta Sayyidi Syekh Muhammad Al-Habib Al-Jakkani dari Maroko.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri 161 muqaddam Tarekat Tijaniyah dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, para khuwaidim, habaib, ulama, serta tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, para syurafa’ Tarekat Tijaniyah dari Aljazair, Mesir, dan Maroko berkenan hadir sejak awal hingga puncak acara. Demikian pula para khuwaidim dan 161 muqaddam dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi seluruh jamaah,” ujar KH. Junaidi Rasyidi.

Puncak Idul Khotmi juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, M.M., Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil Madura, serta jajaran pemerintah daerah dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Turut hadir unsur TNI, Polri, pimpinan pondok pesantren, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Shalawat Fatih, dilanjutkan pemaparan sejarah Tarekat Tijaniyah oleh KH. Ahmad Tijani Mukhlas, sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Pada sesi berikutnya, jamaah mengikuti tausiyah yang disampaikan Sayyidi Syarif Muhammad Al-Habib dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri dari Mesir, dan KH. Sholeh Muhammad Sholeh Basalamah dari Brebes, Jawa Tengah.

Suasana semakin khusyuk ketika acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah dari Aljazair bersama Sayyidi Syekh Muhammad Al-Habib Al-Jakkani dari Maroko.

Mengusung tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah,” kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan spiritual antarsesama jamaah, tetapi juga menegaskan komitmen Tarekat Tijaniyah dalam menumbuhkan nilai persaudaraan, moderasi, dan kecintaan terhadap tanah air.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Al-Amien Prenduan sebagai tuan rumah Idul Khotmi Nasional ke-234.

Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah.

“Bagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi adalah sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada seluruh jamaah. Memuliakan para tamu, para pecinta Rasulullah SAW, dan melayani para tamu Allah merupakan bagian dari ibadah yang kami harapkan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pesantren, masyarakat, dan kita semua,” ungkapnya.

Ia menjelaskan hubungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dengan Tarekat Tijaniyah telah terjalin sejak masa pendiri pesantren, almarhum KH. Achmad Djauhari Chotib, yang kemudian diteruskan oleh almarhum KH. Mohammad Tidjani Djauhari, M.A.

Menurutnya, keberadaan Tarekat Tijaniyah tidak bertentangan dengan prinsip dasar Al-Amien Prenduan yang mengusung semboyan “Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan.”

“Al-Amien memang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tidak semua warga Al-Amien adalah pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi ruh pendidikan yang dibangun di pesantren ini sangat menghargai nilai-nilai dzikir dan akhlak. Ibaratnya, meriam Pondok Pesantren Al-Amien adalah Tarekat Tijaniyah, sedangkan pelurunya adalah sistem pendidikan dan kurikulum pesantren yang terus melahirkan kader-kader umat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ahmad Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, donatur, alumni Ikatan Keluarga Besar Al-Amien (IKBAL), panitia, hingga masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kedisiplinan jamaah yang menjaga adab, ketertiban, kebersihan, dan kekhusyukan selama kegiatan berlangsung.

“Alhamdulillah, kita tidak hanya menyaksikan ketertiban secara lahiriah, tetapi juga ketertiban hati dan ketenangan ruhani. Semoga suasana penuh adab dan ukhuwah yang kita rasakan selama Idul Khotmi ini menjadi bekal ketika kita kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Kiai Ahmad Fauzi menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan penyelenggaraan kegiatan serta menyatakan bahwa seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi.

Ia juga mengumumkan bahwa Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah tahun 2027 akan digelar di Kabupaten Lumajang, tahun 2028 di Kabupaten Garut, sedangkan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan direncanakan kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2031.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jamaah Tarekat Tijaniyah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga adab kepada para masyayikh, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan kehadiran ribuan jamaah di majelis dzikir merupakan ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meneladani para ulama.

“Kita hadir di majelis ini semata-mata karena berharap mendapatkan ridha Allah SWT. Mudah-mudahan kita diakui oleh para masyayikh dan para sayyid sebagai bagian dari jamaah mereka, sehingga kelak Allah SWT menghimpunkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya,” ujarnya.

Ia menilai kekuatan sebuah tarekat tidak hanya terletak pada amaliah dzikir, tetapi juga pada kemampuannya membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan menjaga persaudaraan.

Khofifah juga menyampaikan bahwa kehadiran para syurafa’ dari Aljazair, Mesir, dan Maroko menjadi anugerah yang diharapkan semakin memperkuat sanad keilmuan dan pembinaan spiritual jamaah di Indonesia.

Menutup sambutannya, Khofifah membacakan pantun yang disambut antusias oleh para jamaah.

Purnama bersinar di langit tinggi,
Cahayanya indah menerangi bumi.
Tarekat Tijaniyah menuntun diri,
Menggapai ridha Ilahi Rabbi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengapresiasi penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 sebagai majelis dzikir yang mampu memperkuat persatuan umat sekaligus mendukung pembangunan bangsa.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan Indonesia agar mampu mewujudkan cita-cita para ulama pendiri bangsa.

“Selamat atas terselenggaranya Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Mohon doa dari para kiai, para masyayikh, dan seluruh jamaah agar bangsa ini mampu melanjutkan cita-cita para ulama pendiri bangsa, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju, adil, dan sejahtera,” kata Zulkifli Hasan.

Ia juga menyampaikan salam hormat Presiden RI Prabowo Subianto kepada keluarga besar Tarekat Tijaniyah. Menurutnya, Presiden belum dapat menghadiri kegiatan tersebut karena memiliki agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Selain itu, Zulkifli Hasan mengajak jamaah memperkuat peran sosial Tarekat Tijaniyah melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pembangunan nasional, termasuk mendukung program ketahanan pangan.

Ia memastikan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

“Alhamdulillah, kondisi pangan nasional dalam keadaan aman. Persediaan beras, telur, ayam, ikan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya cukup tersedia. Insya Allah masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus bekerja agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga,” tegasnya.

Rangkaian Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 pun ditutup dengan doa bersama, meninggalkan pesan tentang pentingnya memperkuat dzikir, menjaga ukhuwah, serta menumbuhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.