Ibu Faisal Butuh Bantuan Anda Supaya Sembuh

Lilik Rahayu (Ibu Faisal) saat melakukan cuci darah. (Foto: Kitabisa.com)

JEMBER, Senin (11/3/2019) suaraindonesia-news.com – Warga Dusun Ponjen RT 001/ RW 023 Desa Kencong Kec. Kencong Kab. Jember, Lilik Rahayu menderita gagal ginjal stadium akhir. Berdasarkan keterangan suaminya, Supriyadi menjelaskan bahwa istrinya tersebut sudah sakit sejak 6 bulan yang lalu.

“Kalau sakitnya mulai 6 bulan lalu, wira-wiri dari rumah ke Puskesmas Kencong, Puskesmas Gumukmas. Sebulan terakhir ini total dirawat di RSD. dr. Soebandi,” jelas Supriyadi kepada suaraindonesia-news.com saat dikonfirmasi di rumahnya.

Supriyadi menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan biaya penyembuhan istrinya berasal dari menjual sebidang tanah kebun yang tidak seberapa luasnya.

“Untuk memenuhi biaya ya saya menjual tanah, sedikit hanya ukuran 9×15 meter yang terjual dengan harga Rp. 35 juta, uang segitu masih sedikit untuk memenuhi biaya istri saya yang sakit komplikasi,” lanjutnya.

Sumber lainnya dia dapatkan dari ketiga anaknya sendiri, yaitu Ghofur, Ghafar dan Faisal.

“Saya pribadi sudah tidak bisa bekerja mencari nafkah, fisik saya begini,” ucapnya sambil menunjuk kaki kanannya yang lumpuh.

Supriyadi mengatakan bahwa dirinya menderita lumpuh sejak desember 2010 silam.

“Saya dulu bekerja di Pulau Bali sebagai pedagang roti, saya kecelakaan di simpang siur arah ke Kuta itu, ini tulang saya hancur, kalau saya enak tapi ini kaki saya saja, jadi saya tidak bekerja sekarang,” ucapnya.

Dari kiri : Supriyadi (suami Lilik Rahayu), Suhada (adik kandung Lilik Rahayu), Mujiono (Kasun Ponjen) usai dikonfirmasi di rumahnya. (Foto: Guntur Rahmatullah)

Sementara adik kandung Lilik Rahayu, Suhada mengatakan bahwa Ghofur dan Ghafar tersebut adalah anak kembar dan keduanya tinggal di Surabaya dan telah menikah.

“Ya Ghofur dan Ghafar itu juga membiayai, juga Faisal anak terakhir membiayai dari pekerjaannya sebagai ojek online sambil kuliah di Universitas Jember,” terang Suhada mendampingi suami Lilik Rahayu.

Suhada juga menerangkan bahwa Faisal yang sedang menempuh kuliah adalah anak yang berprestasi dan mandiri, dia sudah tidak membebani keluarganya untuk kuliah, dia juga narik ojek di samping untuk kebutuhan dirinya juga untuk biaya kesembuhan ibunya, meski sekarang Faisal sudah tidak bisa beraktivitas normal karena sakit iritasi usus.

“Faisal sekarang sudah masa penyembuhan sakit usus, jadi tidak bisa aktifitas normal, faisal total menemani ibunya di rumah sakit, ya kami keluarga juga menjaga secara bergantian,” imbuh Suhada.

Supriyadi menderita lumpuh. Dia sedang membersihkan halaman saat wartawan berkunjung ke rumahnya. (Foto : Guntur Rahmatullah)

Kebutuhan biaya untuk kesembuhan Lilik Rahayu tersebut diajukan oleh seseorang bernama Badara Shofi Dana di situs penggalangan dana secara online sejak 7 maret 2019 di kitabisa.com

Dalam penggalangan dana online tersebut, Badara mengajukan penggalangan dana sebesar Rp 250 juta.

Sementara itu, saat wartawan menelepon Faisal (Akhmad Faisal Luthfi) membenarkan bahwa dirinya sudah mengetahui penggalangan dana secara online yang diajukan oleh Badara Shofi Dana yang merupakan teman kuliahnya.

“Saya di rumah sakit pak, nunggu ibu di RSD. dr. Soebandi pak, di ruangan Katlia nomer 7, kondisi ibu masih belum stabil pak, masih naik turun, iya saya tahu jika ada penggalan donasi tersebut, itu yang menggalang dana adalah teman kuliah saya pak,” jawab Faisal melalui saat dihubungi oleh wartawan.

Faisal juga menjelaskan bahwa ibunya harus cuci darah rutin 2 kali dalam seminggu. Saat berita ini dirilis, penggalangan dana secara online tersebut telah terkumpul uang sebesar Rp. 165. 565.574,-

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here