Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Sumatra Riau Kian Terancam

oleh -22 views
Salahsatu pohon mangrove yang sudah ditebang untuk di jadikan bahan baku arang oleh pengusaha dapur arang.

DUMAI, Sabtu (19/9/2020) suaraindonesia-news.com – Hutan bakau (mangrove) di pesisir Pantai Sumatera, Propinsi Riau salah satunya pesisir Pantai di Kota Dumai kian terancam. Tidak hanya karena abrasi di bibir Pantai yang setiap tahunnya semakin parah, akibat hutan mangrove sering di tebangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk di jadikan bahan baku arang oleh pengusaha dapur arang.

Selain itu dengan adanya panglong arang atau dapur arang di beberapa tempat di Kota Dumai juga membuat mangrove semakin terancam. Apalagi bahan baku arang merupakan pohon mangrove yang ditebang secara ilegal tanpa ada mengantongi izin yang jelas dari dinas terkait.

Untuk itu, diminta kepada pemerintah harus punya terobosan agar hutan mangrove di Kota Dumai dijaga dan dilindungi kelestariannya agarp tidak punah.

Pj Sekdako Dumai H Hamdan Kamal mengatakan, Pemkot Dumai berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan agar kota ini tumbuh dan berkembang sebagai kota yang sehat, sejuk dan asri. Salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan bakau yang masih asri di sejumlah lokasi.

‘‘Kota Dumai saat ini sedang berkembang pesat. Terutama di sektor industri. Untuk itu kami memandang penting dan komitmen menyeimbangkan perkembangan itu dengan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Pj Sekdako Dumai H Hamdan Kamal saat dialog interaktif Peluncuran Program Pengembangan Pengelolaan Pesisir Terpadu Provinsi Riau di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kota Dumai akhir pekan lalu.

Salah satu yang sangat penting adalah menjaga ekosistem pesisir sebagai sebuah kawasan multidimensi dengan hutan bakaunya. Di satu sisi sebagai pencegah abrasi, tempat tumbuh kembangnya habitad biota laut,dan merupakan paru-paru kota dan wisata.

“Kota Dumai memiliki panjang garis pantai sekitar 135 km. Di sebagian garis pantai tersebut, masih tumbuh mangrove berbagai jenis. Beberapa di antaranya langka di dunia. Kami akan terus dorong untuk terus dilestarikan dan dikembangkan,” katanya.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan adanya ancaman terhadap hutan bakau.

“Saat ini, kami akan fokus pada studi desain rencana restorasi kawasan pesisir di Pangkalan Sesai,” ujarnya.

Ia mengatakan, restorasi ekosistem mangrove bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga tanggung jawab semua pihak, termasuk pihak swasta.

“Ancaman terhadap mangrove harus kita antisipasi bersama,” tuturnya.

Penggiat mangrove di Bandar Bakau Dumai, Muhammad Darwis  menyebutkan  penyelamatan kawasan mangrove harus diprioritaskan. Sebab hutan mangrove berperan sebagai benteng pertahanan kawasan pesisir.

“Kita lihat ancaman abrasi begitu besar, belum lagi pembabatan hutan mangrove oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan berbagai kepentingan, ini harus jadi PR bersama untuk diselesaikan,” tutupnya.

Reporter : Muhardi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *