Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Hutan lereng gunung Arjuno kembali terbakar. setidaknya sudah 25 hektar lebih Hutan lereng Arjuno terbakar , sejak pagi hingga Minggu malam (22/11/2015) api masih belum bisa dipadamkan
Dari Kota Batu terlihat jelas api membakar beberapa sudut hutan yang jaraknya cukup dekat dengan Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji dan kawasan wisata canggar air panas.
Eko Wahyu, koordinator lapangan Tahura saat dihubungi suara Indonesia-news.com, Minggu (22/11/2015) mengatakan bahwa Kebakaran itu terjadi di kawasan hutan Watu Tumpuk, mengarah di Bon 3. Dekat dengan desa Sumber brantas kecamatan Bumiaji dan tak jauh dari kawasan wisata air panas canggar. “Hutan kembali terbakar, padahal satu hari lalu, Jumat dan kamis lalu kami berhasil memadamkan api, bersama petugas BPBD kota Batu, bersama masyarakat” Kata Eko
Memadamkan api dilereng gunung arjuno itu kata Eko, seperti dikerjai oleh seseorang, api baru saja dipadamkan, sekarang sudah terbakar lagi,” Kita menduga ada unsur kesengajaan, kita sudah sampaikan ini kepada Muspika,” terang Eko
Menurutnya, di kawasan ini sudah 6 kali terjadi kebakaran. Setiap kebakaran terjadi, Tahura selalu mengerahkan 6 personil lebih pemadam kebakarannya. Setelah berhasil memadamkan api, petugas kembali turun ke kantor Tahura yang berada di Desa Sumberbrantas.
Namun begitu petugas sampai di Sumberbrantas, api kembali membakar hutan di kawasan yang sama. Seperti yang terjadi pekan ini, hari Kamis, ia bersama 5 petugas lainnya baru saja turun memadamkan api, namun hanya selang sehari sudah terjadi kebakaran lagi.
“Hari Kamis kita baru saja berhasil memadamkan api di kawasan yang sama, kemudian kita turun, hari Jumat di kawasan hutan hujan gerimis, hari Sabtu cerah dan kembali kering, hari Minggunya (kemarin-red) kembali terbakar,” ujarnya.
Ia menyesalkan aksi sengaja membakar kawasan hutan ini. Ia pun tidak tahu persis apa motivasi mereka membakar hutan yang berada di dekat kawasan air panas Cangar ini.
Kali ini yang terbakar luasnya 25 hektar, diperkirakan api membakar tumbuhan pakis uling yang bercampur dengan semak-semak yang mudah terbakar. Jenis tumbuhan ini, menurut Eko, meskipun kondisinya sedikit basah dan hijau sangat mudah terbakar (Adi wiyono).












