HUT Theofani Ke-69 Kabupaten Maybrat di Isi Dengan KKR dan Seminar

oleh -210 views
Suasana saat Perayaan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Doa pemulihan bagi Kabupaten Maybrat dalam rangka menyambut HUT Theofani yang ke-69 Tahun 2020.

MAYBRAT, Selasa (20/10/2020) suaraindonesia-news.com – HUT Theofani yang ke-69 Tahun 2020, diisi dengan Seminar dan Kebaktian kebangunan rohani (KKR), Doa pemulihan bagi Kabupaten Maybrat, yang di pusatkan di Kampung Kambuaya, Distrik Ayamaru Timur. Selasa (20/10).

Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Doa pemulihan bagi Kabupaten Maybrat kali ini di pimpin langsung oleh Pdt. Marten Abraham Suu, S.Th, Presiden Sion Kids, yang dihadiri kurang lebih 500 orang warga Masyarakat Kabupaten Maybrat.

Bupati Maybrat, Drs Bernard Sagrim, MM dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Perdinando Solossa, S.E, mengajak agar memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Allah yang maha kuasa, karena atas berkenaanya kita sekalian dapat bersekutu bersama bumi A3 Kabupaten Maybrat, Kampung Kayahai tempat dimana Tuhan berfirman kepada rasul Pdt. Ruben Rumbiak pada beberapa tahun yang silam.

Dalam rangka mengahadiri seminar dan KKR menyambut HUT Theofani dengan besar harapan kita kepada Tuhan kita semua dikaruniai kesehatan dan kekuatan.

“Selama mengikuti seminar dan KKR ini, besar harapan kami agar setiap orang yang hadir selalu dipuaskan dengan kebenaran firmannya yang maha kudus, ia juga atas nama pemerintah daerah Kabupaten Maybrat, DPRD dan seluruh masyarakat Maybrat menyampikan selamat datang di Kabupaten Maybrat yang dihiasi oleh dua Danau yaitu Danau Ayamaru dan Danau Aitinyo.

“Hidup yang kita jalani adalah anugerah Tuhan, maka wajib lah kita senantiasa bersyukur, Merendahkan diri menghormati dan mentaati firman Allah. Kita yakini bersama bahwa firman Allah mengerjakan apa saja yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki oleh Allah, dengan demikian setiap perjanjian peraturan ketetapan perintah petunjuk anjuran dan larangan yang telah tuhan tetapkan harus dihormati dan dilaksananakan oleh setiap orang dalam setiap generasi, Generasi kita saat ini adalah generasi yang menerusakan pengajaran firman Allah, dalam konteks itulah seminar dan KKR bersifat Oikumene ini kiranya berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemahaman akan firman Allah yang berpengaruh pada sikap dan cara kita beribadah, juga mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku kita,” tuturnya.

Ia juga berharap, setelah seminar dan KKR ini kita sekalian akan lebih baik lagi.

“Kami Pemerintah daerah, DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Maybrat menyambut pelaksanaan seminar dan KKR ini sebagai wujud partisipasi panitia dan para hamba Tuhan dalam pelaksanaan pembangunan mental spiritual, Pembangunan bidang Rohani yang berdampingan dengan bidang lainya di Kabupaten Maybrat terus ditingkatkan untuk mencapai motto Maybrat “Nehaf sau, bonot sau”,” terangnya.

Ia juga menyampikan terimakasih dan penghargaan yang tulus kepada Pdt. Marten, A.Suu, S.Th, Bapak Pdt Cris Paraibabo, S.Th, dan Ev.Pnt.Sefanya Yewun yang menjadi pembicara dalam seminar dan KKR ini.

Sementara itu Prof. Baltasar Kambuaya, M.B.A, selaku tokoh Maybrat dan juga mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura dalam sambutannya mengatakan, bahwa hari ini atau besok kita akan dipanggil Tuhan tentu tidak ada yang mengetahuinya, yang menjadi pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah kita sebagai manusia ciptaan Tuhan yang hidup didunia ini setelah mengalami kematian akan memperoleh keselamatan dari Tuhan yang maha esa (Sorga).

“Kepada hamba-hamba Tuhan yang bekerja di ladang, Tuhan merupakan kunci untuk menuntut kita semua sebagai domba-domba Allah yang ada di bumi,” ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat Maybrat (Orang A3), untuk menyakini Theofani agar hidup kita semua menjadi berkat bagi tanah dan keturunan dimana semua itu sudah tertulis dalam firman Tuhan, sehingga kita harus percaya dengan segenap hati dan jiwa, Rancanagan Tuhan kepada setiap manusia yang ada dibumi sebagai ciptaan Tuhan khususnya untuk orang A3 yang sudah jelas tertulis dalam isi Theofani dan barang siapa yang percaya dan memegang isi Theofani yang disampaikan Tuhan lewat Pdt. Ruben Rumbiak maka akan hidup dalam karunia dan keturunan akan selalu diberkati.

“Setiap manusia yang hidup tentu banyak mengalami cobaan dan tantangan hidup, baik yang berat sekalipun, namun apabila kita percaya kepada sang pencipta dengan kerendahan dan ketulusan hati dengan berpikir bijak dan bukan dengan hati yang sombong, maka Tuhan akan mengasihi saya dan kita semua,” terangnya.

“Kalau mau berharga di mata Tuhan, mari sampaikan apa yang menjadi isi Theofani kepada semua saudara -saudara kita, sampaikan dan jelaskan secara terus menerus apa yang menjadi empat isi dari pada Theofani yaitu, kesatuan, kerendahan hati, kasih dan kehormatan kepada semua orang,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan Perayaan KKR HUT Theofani ke-69 tahun 2020 ini, Ferdinando Solossa, S.E, Ketua DPRD Kabupaten Maybrat Beserta anggota, Prof Baltasar Kambuaya, M.B.A, mantan Rektor Universitas Cenderawasih Jaya Pura, Bapak Pdt Cris Paraibabo, S.Th Pembicara dalam seminar dan KKR, Ev.Pnt. Sefanya Yewun Pembicara dalam seminar dan KKR dari Prov. Papua barat,
Kompol Bernadus Okoka, S.H Pjs. Kapolres Persiapan Maybrat, selain itu juga di hadiri jemaat dari delapan denominasi Gereja-gereja di Kabupaten Maybrat, dan Tokoh Adat, Agama, Masyarakat, Perempuan dan tokoh Pemuda.

Reporter : Ones
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *