BALIKPAPAN, Senin (9/2) suaraindonesia-news.com – Di tengah euforia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan, kritik tajam datang dari Parlemen. Anggota DPRD Kota Balikpapan sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan, Muhammad Najib, menegaskan bahwa momentum hari jadi ini tidak boleh hanya menjadi seremoni belaka, melainkan harus menjadi tamparan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menuntaskan persoalan klasik yang tak kunjung usai.
Najib menyoroti tajam “jeritan” warga terkait krisis pelayanan air bersih PDAM. Ia menilai sangat ironis jika di usia kota yang sudah mencapai 129 tahun, hak dasar masyarakat atas air bersih masih sulit terpenuhi akibat lambatnya pemasangan instalasi Sambungan Rumah (SR).
“Masalah air bersih ini sudah terlalu lama dikeluhkan warga! Di usia ke-129 ini, pelayanan dasar seharusnya sudah cepat dan merata. Pemkot harus berpihak pada rakyat, bukan membiarkan masalah ini berlarut-larut,” tegas Najib usai mengikuti Rapat Paripurna Istimewa DPRD Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Grand Senyiur, Senin, (9/2).
Tak hanya air bersih, Najib juga menyoroti kinerja penanganan banjir yang dinilai masih jauh dari harapan. Ia memperingatkan Pemkot bahwa masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji manis. Banjir yang terus menghantui setiap hujan deras adalah bukti perlunya evaluasi total terhadap sistem drainase dan tata ruang kota.
“Kita tidak ingin masalah klasik seperti banjir ini jadi cerita basi yang berulang terus. Masyarakat butuh solusi nyata di lapangan, bukan sekadar janji-janji di atas kertas,” cetusnya.
Najib menuntut Pemkot Balikpapan untuk lebih responsif, inovatif, dan progresif. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh pada sistem distribusi PDAM dan percepatan program pengendalian banjir terpadu agar Balikpapan benar-benar layak huni bagi warganya.
Kendati melontarkan kritik pedas, Najib yang mewakili Fraksi PDI Perjuangan tetap memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program BPJS Kesehatan Gratis yang dicetuskan di masa kepemimpinan Wali Kota Rahmad Mas’ud dan almarhum Thohari Azis. Program ini dinilai sebagai langkah konkret yang manfaatnya langsung dirasakan rakyat.
Menutup pernyataannya, Najib menantang Pemerintah Kota untuk membuktikan komitmen mereka dalam melayani rakyat. Ia menegaskan bahwa kemajuan fisik kota tidak ada artinya jika kualitas pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat masih tertinggal.
“Balikpapan harus maju secara kualitas, bukan cuma fisik. Momentum HUT ini harus menjadi penguat komitmen untuk menghadirkan keadilan bagi seluruh warga,” pungkasnya.












