Hufron: Kondisi Pemkab Lumajang, Jadi Tidak Sehat

dr Hufron SH MH, Akademisi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya.

LUMAJANG, Sabtu (23/6/2018) suaraindonesia-news.com – Adanya kegiatan Halal bi Halal yang diduga ada faktor sabotase oleh oknum pejabat teras di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Kamis (21/6) lalu, menurut akademisi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya, dr Hufron SH MH kepada media ini mengatakan kalau pada penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Lumajang saat ini, menjadi tidak sehat.

“Itu semua terjadi dikarenakan birokrasi ditarik-tarik untuk kepentingan dukung mendukung dalam pilkada 27 Juni mendatang,” katanya saat dikonfirmasi wartawan malam ini.

Selain hal tersebut, dikatakan Hufron, tidak sehatnya pemerintahan di Kabupaten Lumajang ini juga terlihat dari multiflier efek mutasi besar-besaran yang sempat dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“Dalam pilkada menurut saya ada empat potensi bakal terjadi dan harus dicegah untuk terjadi. Pertama, politisasi agama. Kedua, money politic,” paparnya.

Dan yang ketiga, kata Hufron adanya politisasi birokrasi, sehingga tidak ada netralitas dalam pilkada.

“Dan yang keempat, adanya stagnasi pemerintah daerah,” bebernya lagi.

Maka dari itu, ditegaskan pula oleh Hufron, bahwa di Kabupaten Lumajang ini membutuhkan sesosok pejabat pemerintahan yang paham akan asas penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

“Pemerintahan yang baik itu ya sesuai Pasal 10 UU Nomor 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang meliputi asas ketidakberpihakan, asas profesionalitas, asas proporsional, asas pelayanan publik dan asas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here