SUMENEP, Rabu (21/01) suaraindonesia-news.com – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, Hosnan, mengkritisi wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia menilai mekanisme tersebut berpotensi menggerus kedaulatan rakyat dan tidak sejalan dengan prinsip demokrasi.
Pandangan tersebut disampaikan Hosnan dalam Diskusi Publik bertajuk “Pilkada Lewat DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi” yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep di Hall Hotel Kaberaz, Sumenep, Rabu (21/1/2026).
“Bagi saya, Pilkada tidak langsung merupakan bentuk nyata dari kemunduran demokrasi,” ujar Hosnan di hadapan peserta diskusi.
Menurutnya, Pilkada langsung merupakan instrumen penting dalam menjaga hak politik rakyat. Melalui mekanisme tersebut, masyarakat memiliki ruang partisipasi yang luas untuk menentukan pemimpin daerah secara langsung.
“Pilkada langsung adalah cara menjaga kedaulatan rakyat agar tetap utuh. Ketika mekanismenya dialihkan ke DPRD, hak rakyat berpotensi tereduksi,” jelasnya.
Hosnan menegaskan bahwa sikap tersebut sejalan dengan prinsip PDI Perjuangan yang konsisten membela kepentingan rakyat kecil. Oleh karena itu, partainya menolak wacana Pilkada tidak langsung.
“Pertimbangan kami jelas, menjaga kedaulatan rakyat. Sejak awal PDI Perjuangan berdiri sebagai partai wong cilik,” katanya.
Ia juga menyinggung dinamika sosial yang kerap terjadi dalam pelaksanaan Pilkada. Menurut Hosnan, perbedaan pandangan dan gesekan di tengah masyarakat merupakan konsekuensi wajar dalam proses demokrasi.
“Dinamika saat Pilkada adalah hal biasa. Justru itu menunjukkan masyarakat mulai cerdas menilai dan mempertimbangkan figur yang layak dipilih,” ujarnya.
Atas dasar itu, Hosnan mempertanyakan urgensi pengembalian mekanisme Pilkada ke sistem tidak langsung, terlebih di tengah meningkatnya kesadaran politik masyarakat.
“Ketika masyarakat sudah semakin cerdas, apakah pantas hak mereka justru ditarik kembali untuk menentukan pemimpinnya sendiri?” tandasnya.
Diskusi publik tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan partai politik, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga kalangan mahasiswa.
Reporter: Zaini
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












