Heri Cahyono: Ditengah Wabah Covid-19, Dampak Sosial, Pendidikan dan Kesehatan Sangat Besar

oleh -163 views
Anggota DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono.

BOGOR, Kamis (30/04/2020) suaraindonesia-news.com – DPRD Kota Bogor membentuk tiga pansus sekaligus yang akan bekerja di tengah tengah wabah covid 19. Kamis 30/04).

Pansus yang dibentuk tersebut, pertama adalah pansus terkait dengan anggaran penanganan covid 19, yang kedua, pansus terkait dengan LKPJ Walikota dan yang ketiga adalah pansus terkait dengan penanganan dampak covid-19 di Kota Bogor.

Salah satu anggota DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono yang masuk dalam pansus ke tiga, saat dimintak tanggapannya terkait dengan dampak Covid-19 ini menyampaikan bahwa persoalan wabah Covid-19 ini sangat serius

“Wabah Covid-19, telah menjadi persoalan serius bagi kita semua, kita juga sulit memprediksi kapan wabah ini akan berakhir, dampaknya sangat luar biasa disegala bidang, pansus 3 di bentuk untuk menangani masalah pengawasan dampak ekonomi, sosial, pendidikan, dan penanganan kesehatan di Kota Bogor,” ungkapnya.

Secara ekonomi kata Heri, jelas dampak dari Covid-19 ini sangat memukul perekonomian, penerapan PSBB membuat banyak kegiatan ekonomi terhenti, pusat perbelanjaan tutup kecuali bahan makanan dan obat obatan, perkantoran tutup, pabrik pabrik terhenti produksinya juga banyak kegiatan ekonomi lainnya yang tidak bisa beroperasi.

Dengan berhentinya aktivitas ekonomi ini tutur Heri, tentu mengakibatkan daya beli masyarakat jadi berkurang atau mungkin malah tidak ada, disitulah di butuhkan tindakan dan kehadiran pemerintah.

“Pansus ini menurut saya, harus melihat sejauh mana pelaksanaan bantuan dari pemerintah tepat sasaran dan juga tersalurkan dengan baik, saya juga berpikir bagaimana pemerintah Kota Bogor membangkitkan ekonomi yang ada, yang digunakan untuk bertahan hidup selama masa Covid-19 dan pasca selesainya wabah Covid-19 ini nantinya,” jelas Heri Cahyono.

Berkaitan dengan dampak sosial, pendidikan dan kesehatan kata Heri, jelas sangat besar.

“Dulu kita biasa bertemu satu sama lain, berkumpul dan menghadiri acara bersama sama, saat ini semua berbeda, salaman terjaga, pertemuan terjaga, kegiatan dihindari bukan saja kegiatan kantor atau di masyarakat tetapi juga keagamaan. Kita harus melihat, memahami dan juga meneliti dampak dampak sosial itu, juga mengawasi bagaimana pemkot bisa mengantisipasi dampak negatif, kita juga harus mengembalikan kepercayaan masyarakat nantinya jika wabah ini berakhir, jangan ada lagi barier atau sekat sekat sosial yang masih membekas ketika wabah ini berakhir,” terangnya.

Dampak di dunia pendidikan sendiri kata Heri, sangat luar biasa.

“Bagaimana anak anak kita sudah menjalani pendidikan di rumah masing masing sejak bulan maret, sebentar lagi mereka akan memasuki tahun ajaran baru, yang kelas VI SD akan segera masuk SMP, yang kelas III SMP akan segera masuk ke jenjang SMA dan yang kelas III SMA akan segera mengikuti proses kelulusan dan masuk ke perguruan tinggi atau sesuai dengan cita cita siswa,” imbuhnya.

Nah proses proses itu pasti banyak sekali hambatannya, metode apa yang nanti diterapkan untuk menjalani semua proses itu dengan baik.

“Kita tau bahwa nanti akan ada ribuan siswa berebut sekolah, tentu akan sangat sulit jika tidak dikendalikan dengan baik, kebingungan masyarakat saat ini adalah apa dasar dan tolak ukur dalam menerima siswa masuk sekolah, dan lain sebagainya,” terang Heri.

Dengan adanya wabah covid ini, tentu perhatian kita semua tertuju pada satu hal, yaitu penyakit corona, lalu bagaimana dengan penyakit penyakit lainnya yang juga membutuhkan penanganan dan perhatian.

“Kita tau bahwa di musim penghujan warga sering terserang demam berdarah akibat gigitan nyamuk, kita tau bahwa resiko penyakit tifus dan lain juga banyak menyerang warga dan ini juga harus mendapat perhatian, jangan sampai semua dikaitkan dengan Covid-19, kita abaikan yang lain, bahkan ketika ada korban dengan penyakit yang tidak ada kaitannya dengan corona pun masih disangkut pautkan, misalnya terkait dengan demam berdarah yang gejalannya sama sama ada demamnya,” kata Heri.

Dirinya yakin jika sama sama mematau seluruh dampak dampak ekonomi, sosial, pendidikan, budaya juga kesehatan, maka akan mampu keluar dari masalah ini dengan mulus.

“Kita akan melewati problem saat ini dengan baik dengan meminimalkan resiko dan juga dampak buruk yang tidak kita inginkan,” harapnya.

Menurutnya, penanganan yang buruk dan amburadul akan menimbulkan kekacauan.

“Kita tidak ingin semua itu terjadi, sehingga saya berharap pansus ini bisa bekerja dengan baik, saya juga akan berusaha semaksimal mungkin sebagai anggota pansus dalam memberikan data dan masukan yang akurat, dengan begitu kebijakan yang diambil pun juga tepat sasaran,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *