Heri Cahyono: Aliran Sungai Cibalok Hanya Tinggal Kenangan

oleh -65 views
Heri Cahyono Survey langsung aliran sungai cibalok

Reporter: Iran G Hasibuan

Bogor, suaraindonesia-news.com – Usai melakukan penanaman pohon di Kelurahan Pasir Mulya Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Jawa Barat, Waki Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, langsung melakukan survey saluran air di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Minggu (01/05/2016).

Pada survey ini Heri Cahyono ditemani oleh pegawai Istana Bogor, Endang dan Tato Marsito, Ketua Partai Golkar Bogor Tengah Indra dan Ketua pengawas kelurahan Gudang.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono mengatakan Pada tim survey, bahwa kota Bogor dulunya memiliki aliran sungai warisan nenek moyang.

“Kota Bogor sendiri sudah ada aliran sungai yang hilang yakni sungai Cibalok,” ungkapnya.

Ditambahkan Heri, dengan hilangnya aliran sungai Cibalok seharusnya masyarakat Kota Bogor ikut bersedih.

“Tentu saja kita sedih kehilangan aliran sungai yang menjadi warisan leluhur kita, dimana sungai itu mengalir dan mengairi Istana dan melintas ditengah Kota Bogor, tapi sekarang aliran sungai Cibalok hanya tinggal kenangan,” ujarnya.

Menurutnya, aliran sungai Cibalok berasal dari hulu sungai yang melintas di Gadog (kabupaten Bogor) lalu mengalir melewati Lawang Gintung yang airnya hingga saat ini masih deras mangalir dan terputus di jempatan Pasar Cumpok membelah menjadi dua aliran, satu aliran mengalir ke Istana Bogor dan yang satunya lagi ke sungai Cipakancilan.

“Nah, air yang mengalir ke Istana Bogor inilah yang tersumbat di gang aut dan alirannya terputus karena banyaknya bangunan gedung dan tertutupnya sungai oleh sampah dan bangunan sehingga sungai-sungai disepanjang Istana Bogor tidak terairi oleh air, jika tidak ada hujan,” tuturnya.

Dikatakan Heri, aliran air ini sebenarnya terus mengalir ke gang Selot lantas masuk ke Taman Topi dan seterusnya. “Jika kita bisa mengembalikan aliran sungai Cibalok, saya yakin akan mengurangi bencana banjir dan juga akan memgembalikan aliran air yang banyak dibutuhkan ekosistem kita,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *