Hendak Ngantar Istri Muda, Pria Rubaru Dianiaya Warga Hingga Babak Belur

Reporter : Liq

Sumenep, Minggu 16/10/2016 (suaraindonesia-news.com) – Maruki (36) warga Dusun Berenteng, Desa Benasare, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi korban penganiayaan warga, Minggu (16/10/2016), sekitar pkl 12.00 Wib, di Dusun Prancak, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan.

Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban merk Yamaha MIO thn 2013, warna merah telep putih juga dibakar.

Peristiwa itu bermula saat korban hendak menjemput istri mudanya Jamila (31). Dsn. Baktello Desa Lebeng Barat, Kec. Pasongsongan, Sumenep untuk mengantarkan ke terminal Sumenep, karena mau berangkat ke Jakarta, pada saat Koban berjalan menuju kearah selatan dengan membonceng istrinya tiba-tiba korban di kejar oleh Sabri bersama 7 orang lainnya dengan menggunakan 4 sepeda motor, setelah korban tau dirinya di kejar kemudian korban berhenti dan menanyakan kepada Sabri, mau apa kok mengejar, kemudian Sabri menjawab bawa dirinya akan memukul korban.

Kemudian pkl 12.00 Wib. korban dipukul oleh SABRI dengan menggunakan tongkat yang terbuat dari bambu, dan sepeda motor korban merk Yamaha MIO thn 2013, warna merah putih dibakar oleh teman Sabri, setelah memukul dan membakar sepeda motor korban Sabri beserta 7 orang lainnya langsung melarikan diri.

“Mutif pastinya belum tau mas, yang jelas sebelumnya korban memang pernah di ingatkan warga, agar tidak sering membawa istri mudanya, karena statusnya dengan suaminya masih belum jelas, namun tetap saja korban selalu berboncengan dengan istri mudanya, karena mungkin ia berfikir dirinya sudah menikah,” kata warga setempat yang meminta namanya tidak di sebutkan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian pelipis mata 1cm, luka robek panjang 3Cm dan dalam 2Cm, luka lecet pada dagu, luka sobek pada lengan bagian atas kiri panjang 1Cm dalam 1Cm, dan bengkak pada pipi sebelah kanan serta motor korban mengalami rusak dan hangus.

Semetara korban saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas Pasongsongan.

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif penganiayaan ini.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here