Heboh, Video Kecurangan Paslon Elang-Rahim Di Desa Tapuleo Halteng Beredar Di Medsos

oleh
Oknum petugas KPPS di TPS 1 Desa Tapoleo, Kec. Patani Utara saat melakukan pencoblosan sendiri

Reporter: Ipul

Halteng Malut, Sabtu (18/2/2017) suaraindonesia-news.com –  Heboh, Video kecurangan Paslon nomor urut 2 Elang-Rahim serta adanya dugaan indikasi keterlibatan Ketua dan panitia penyelenggara pemungutan suara (KPPS) terlibat politik di pilkada Kabupaten Halmahera Tengah, beredar di media sosial (Medsos).

Dalam video yang berdurasi 8 menit 56 detik tersebut, terlihat oknum petugas yang mengenakan baju KPPS melakukan pencoblosan sendiri di TPS 1 Desa Tapoleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara. Selain itu warga diintimidasi dan tidak di ikut sertakan untuk mengunakan hak pilih.

Kertas suara tersebut dicoblos oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan dibantu dua orang rekannya sesama petugas. Surat suara yang telah dicoblos kemudian dimasukan sendiri oleh petugas KPPS ke dalam kotak suara.

Sementara di dalam TPS tidak terlihat adanya pemilih, banyak pemilih hanya berada di luar ruangan TPS karena takut.

“Saksi dari kami tidak bisa berbuat apa-apa karena diintimidasi kemudian hp mereka diambil lalu dibanting,” kata calon bupati Halmahera Tengah, Mutiara T. Yasin, saat dikonfirmasi di Posko pemenagan Muttiara-Berkah Jum’at (17/02).

Mutiara mengatakan, pelanggaran itu dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM) karena seluruh surat suara dicoblos oleh pihak penyelenggara dalam hal ini KPPS. Ada juga mobilisasi pemilih dari luar daerah yang ikut memilih serta anak-anak yang belum miliki hak memilih diikutkan untuk memilih.

“Kami sangat dirugikan atas tindak kejahatan demokrasi yang dilakukan oleh penyelenggara yang ada di KPPS. Karenanya pelanggaran ini telah kami laporkan ke panwas dan minta segera ditindak lanjuti untuk dilakukan pemungutan suara ulang dan bila perlu seluruh hasil suara yang masuk dua Kecamatan Patani Utara (Pantura) di tiadakan atau di back list,” kata Mutiara.

Bahkan Tim Mutiara juga memastikan bahwa pelanggaran seperti itu juga terjadi di beberapa TPS lainnya di Kecamatan Patani Utara.

“Saya berada di Patani saat pencoblosan dan penghitungan suara. Dan penghitungan suara itu mestinya dilakukan secara serentak mulai jam 1, akan tapi disana tidak dilakukan. Penghitungan suara itu dilakukan dari satu TPS selesai, setelah itu mereka beramai-ramai berpindah dan melakukan penghitungan di TPS lainnya,” kata ketua tim BAPILLU Djasman Abubakar.

Selanjutnya, politisi PDIP ini meminta kepada panwas dan KPU agar melakukan PSU diseluruh Kecamatan Patani Utara bahkan dii kecamatan weda itu sendiri karena terindikasi telah terjadi pelanggaran yang dilakukan secara TSM.

Video yang beredar tersebut sama dengan apa yang menjadi temuan panwaslih Kabupaten Halmahera Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *