PROBOLINGGO, Selasa (10/5/2022) suaraindonesia-news.com – Untuk mengetahui kronologis tewasnya nenek Jaminah (65) yang dibunuh oleh Ahmad Hadi (23), warga Desa Legundi, Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolingo yang mayatnya ditemukan oleh warga setempat pada hari Senin (25/4/22) pagi disebuah pekarangan di Dusun Krajan Desa Legundi, Kecamatan Bantaran yang tak jauh dari rumah korban, Polsek Bantaran bersama Tim INAFIS Satreskrim Polres Probolinggo dan Kejaksaan Negeri setempat menggelar rekontruksi (reka ulang) di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (10/5/22) siang.
Dari hasil gelar rekonstruksi di TKP diketahui, Jaminah (Korban, red) tewas setelah bagian kepala dan leher dipukul dengan kunci Inggris oleh tersangka Ahmad Hadi (23), yang tak lain merupakan cucu keponakan korban sendiri yang tinggal serumah dengan korban.
Dalam reka ulang tersebut ada 12 adegan yang dilakukan oleh tersangka, mulai awal melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan kunci Inggris hingga korban tewas ditempat, kemudian tersangka membuang korban dengan cara menyeret jasad korban di area pekarangan yang ada disamping dibelakang rumah korban.
Guna mengetahui kronologis pembunuhan nenek Jaminah (65) warga Dusun Krajan Desa Legundi Kecamatan Bantaran, Kapolres Probolinggo melalui Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto mengatakan, tim penyidik Satreskrim dan INAFIS Polres Probolinggo bersama pihak Kejaksaan menggelar rekonstruksi peristiwa tewasnya Jaminah (65) warga Desa Legundi, Kecamatan Bantaran yang ditemukan tewas karena dibunuh oleh tersangka Ahmad Hadi (23) yang merupakan cucu keponakan korban sendiri yang tinggal serumah dengan korban, ujar Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto, Selasa (10/5/22) siang dilokasi TKP.
Ia jelaskan, motif dari latar tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka terhadap neneknya dikarenakan tersangka yakni Ahmad Hadi (23), sakit hati mendengar perkataan korban yang merupakan neneknya, yakni Jaminah (65).
Dari hasil olah TKP dan Rekonstruksi, lanjut Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto, terdapat 12 adegan.
Adegan rekonstruksi itu kata Kapolsek Bantaran, diawali saat tersangka berniat meminjam uang kepada korban. Namun, bukannya mendapat pinjaman korban malah mendapat makian dan ejekan dari korban. Karena sakit hati, kemudian tersangka meninggalkan rumah korban.
Akan tetapi tersangka memiliki dendam kepada pelaku sehingga mendatangi rumah korban kembali pada sore harinya.
Sesampainya di rumah korban, tersangka melihat kunci inggris yang berada diatas rak sepatu yang kemudian langsung diambil tersangka untuk dipukulkan kepada korban yang sedang mandi.
Tak hanya sekali tersangka memukul korban di bagian tengkuk lehernya menggunakan kunci inggris melainkan memukul sebanyak lima kali hingga membuat korban jatuh tersungkur.
Melihat korban bersimbah darah, tersangka panik dan berlari ke ruang tamu, dan senjata yang digunakan memukul korban yang telah terkena darah korban menempel dibeberapa tembok dan lantai.
“Setelah berfikir cukup lama, akhirnya tersangka berinisiatif menyeret korban dan membuangnya ke pekarangan kosong samping rumah pada malam hari agar tidak diketahui masyarakat sekitar,” pungkas Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto.
Sebelumnya diberitakan seorang wanita yang ditemukan tewas tanpa busana di sebuah pekarangan di Dusun Krajan, Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo pada Senin (25/8/2022) pagi.
Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa identitas mayat tersebut ialah Jaminah (65), warga setempat. Korban tewas dengan luka dibagian kepala setelah dianiaya oleh Ahmad Hadi (23), cucu keponakannya yang tinggal serumah dengan korban.
Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul












