Hasil Audit Kearsipan Tahun 2020, Dispusip Sampang Dapat Nilai Bagus

oleh -142 views
Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sampsng, dipimpin Sudarmanto, S.sos, M.H, terus berbenah dan berinovasi untuk masyarakat dan Pemkab Sampang. Terutama inovasi terkait meningkatkan minat baca dan kearsipan terkait nilai sejarah, agama dan budaya. (Foto: Nora/SI).

SAMPANG, Kamis (18/2/2021), suaraindonesia-news.com – Berbagai inovasi yang dilakukan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang Sudarmanto S.sos, M.H, berbuah penilaian bagus. Terbukti, hasil audit kearsipan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tahun 2020, memperoleh nilai bagus.

Penilaian bagus ini tak lepas dari berbagai program inovasi yang di laksanakan oleh Kepala Dispusip Sampang Sudarmanto, untuk kepentingan masyarakat Sampang. Mengingat pentingnya generasi muda dan masyarakat mengetahui dan memahami secara menyeluruh nilai-nilai sejarah, agama dan budaya daerahnya yang bernilai sejarah tinggi.

Data yang diperoleh suaraindonesia-news.com, nilai bagus hasil audit kearsipan tersebut, meraihnya tidak mudah. Tapi melalui proses penilaian audit kearsipan setiap tahunnya. Tahun 2017 hasil audit kearsipan nilai buruk. Tahun 2018 hasil audit kearsipan nilai kurang. Tahun 2019 hasil audit kearsipan nilai cukup. Pada Tahun 2020 hasil audit kearsipan dapat nilai Bagus.

“Indikator yang menjadi penilaian dalam pelaksanaan audit kearsipan meliputi kebijakan, sarana prasarana, anggaran dan aplikasi. Alhamdulillah pada tahun 2020 hasil audit kearsipan Dispusip Sampang dapat nilai Bagus,” terangnya.

Dikatannya, penilaian bagus ini akan terus dipertahankan. Targetnya Tahun 2021 hasil audit kearsipan mendapat nilai sangat bagus. Melalui berbagai inovasi kearsipan yang siap dan sudah dilaksanakan. Bahkan, inovasi baru akan dibuat untuk kebaikan masalah kearsipan di Kabupaten Sampang. Sehingga target dapat nilai sangat bagus pada Tahun 2021 akan tercapai.

“Namun, tujuan utama melakukan berbagai inovasi kearsipan agar generasi muda dan masyarakat Sampang, benar-benar memahami nilai sejarah, keagamaan dan budaya, secara komperhensif atau menyeluruh. Sehingga, moderasi beragama dapat tercipta dan terhindarkan dari unsur radikalisme. Adapun penilaian atau apresiasi yang di raih atau di dapat, merupakan suatu penghargaan atas suatu kinerja yang bagus dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (bersambung)

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Sumena

Tinggalkan Balasan