Harry Ara, Usul Ojol Tetap Bisa Bawa Penumpang, Dengan Syarat Penumpang Bawa Helm Sendiri

oleh -312 views
Ketua Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU Indonesia) Harry Ara.

BOGOR, Senin (13/04/2020) suaraindonesia-news.com – Sejumlah pihak menyayangkan adanya penerbitan aturan Permenhub No. 18 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi guna mencegah penyebaran covid-19.

Beberapa pasal dinilai bertentangan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), termasuk di DKI Jakarta atas restu menteri kesehatan (Menkes).

Beberapa aturan yang tertuang dalam Permenhub No. 18/2020 tersebut dinilai bertolak belakang dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang telah ditandatangani oleh Menkes Terawan Agus Putranto, demikian disampaikan Harry Ara kepada suaraindonesia-news.com melaui WhatsApp, Senin (13/04).

Menurut Ara (sapaan akrab Harry Ara), Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan aturan Permenhub No.18/2020 tersebut tidak bertentangan dengan Permenkes No.9/2020. Aturan ini bahkan sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang akan efektif di Jabodetabek serentak dalam beberapa hari ini telah berdampak luar biasa pada angkutan transportasi. Khususnya transportasi roda dua, Ojol dilarang membawa penumpang.

Ketua Solidaritas Aksi Perubahan Untuk Indonesia (SAPU Indonesia) ini, sangat mendukung PSBB namun perlu lebih adil.

“Jangan juga yang roda tua tidak bisa membawa penumpang. Transportasi terbanyak roda dua kasih keadilan juga namun bersyarat. PSBB jangan fasilitasi kendaraan transportasi roda empat saja,” ungkapnya.

Harry Ara mengatakan syarat tambahan tersebut adalah penumpang wajib bawa helem sendiri, dan kaca helem driver dan penumpang roda dua wajib di tutup, ini untuk keselamatan kita semua.

Menurutnya, petugas harus tegas jika penumpang tidak pakai helem sendiri dan Driver online harus disiplin tidak membawa penumpang yang tidak membawa helm.

“Jadi ojol bawa helem 2 langsung “ditilang” kalau aturan PSBB dapat direvisi. Kita ini kan lagi Pembatasan, bukan larangan, jadi buat ojol bisa dibatasi, dalam arti tidak menyediakan helm, tapi penumpang bawa helm sendiri, dan semua pihak harus sadar ini untuk keselamatan kesehatan dan keselamatan ekonomi keluarga yang harus ditolong, diperhatikan nasib ojol,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan