Reporter : Adi Wiyono
Kota Batu, suaraindonesia-news.com – Harimau Benggala (Panthera tigris bengalensis) yang telah menghuni selama dua tahun di kandang Jatim Park 2 itu tiba-tiba menyerang Ferry seorang penjaga kandang Di Jatim Park 2 kota Batu.
Akibat serangan yang mendadak itu Warga kelurahan Temas kota Batu itu tangan kirinyanya terluka parah, sedikitnya ada dua bekas gigitan harimau, sementara satu jari tangannya terputus.
Karena luka yang parah, Ferry sejak seminggu ini harus menjalani perawatan di rumah sakit (RS) Baptis Kota Batu. tangan kirinya masih terbalut perban.
Ferry saat ditemui, RS Baptis, Minggu (10/4/2016) mengatakan bahwa dirinya digigit Harimau benggala ini sejak seminggu lalu, namun karena lukanya yang parah dokter masih belum menginjinkan pulang.
“Saya sekarang ini belum diijinkan dokter untuk pulang, saya masih menjalani perawatan akibat luka bekas gigitan macan ditangan saya ini,” kata Ferry yang juga ditemani istrinya.
Kejadian itu bermula, ketika dirinya sedang melakukan pembersihan kadang pada sore hari, posisi harimau bengggala dalam kerangkeng dikandang, kondisi itu aman bagi penjaga kandang dan aman bagi pengunjung, karena waktu itu dirinya berada diluar area itu, tetapi tidak diperhitungkan oleh Ferry bahwa tangan kirinya nya menyentuh pada kerangkeng, sedang tangan kananya hendak mengambil kunci sepeda motor.
Kesempatan inilah dimanfaatkan oleh Harimau Benggala Asal Asia Tengah ini untuk menggigit tangan Ferry, seketika itu tangan kanan Ferry bercucuran darah segar membasahi lantai, sementara teman-teman lainnya berusaha untuk menolongnya.
“Harimau benggala itu lahir sejak dua tahun lalu, Ia sejak kecil hingga besar ini saya yang memberi makan dan minum serta melakukan pembersihan kandang” ucapnya.
Tapi kata dia tidak tahunya tiba-tiba menerkamnya, padahal di Jatim park ada sekitar 50 ekor Harimau dari berbagai jenis yang telah dipeliharanya
Marketing and Public Relation Jawa Timur Park Group Titik S Ariyanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian harimau menggigit pajaga kandangnya, Menurutnya kejadian tersebut bukan karena harimau sedang kelaparan tetapi kejadian itu karena murni insiden atau kecelakaan.
“Meski demikian, management Jatim Park bertanggung jawab atas incident tersebut. Artinya semua biaya perawatan seluruhnya ditanggung oleh management,” Kata Titik.












