ACEH UTARA, Selasa (08/07) suaraindonesia-news.com – Akibat kurangnya stok dan terjadi kelangkaan, harga gabah padi di Aceh Utara naik dalam dua pekan terakhir.
“Harga padi mencapai Rp. 9ribu lebih, stok barang menipis dan sangat langka,” kata pengusaha kilang padi Sumber Rezeki, Gampong Krueng Lingka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara, Rahmad Faisal, Selasa (08/07).
Kilang padi yang biasanya kontinue memproduksi beras itu, kini ia mengakui kesulitan mendapatkan gabah.
“Saat ini memang sedang mengalami kekurang stok. Biasanya kami sekurang-kurangnya menggiling beras dengan kapasitas 10 ton, tapi sejak dua minggu terakhir kami tidak ada barang, 500 kg saja nyaris sulit di dapat,” terangnya.
Barang yang distok oleh Rahmat ia mengaku selain produksi gabah local pengusaha kilang padi tersebut juga mengodernya dari Kabupaten tentangga seperti, Bireuen dan Takengon juga sekitarnya.
“Kami tidak tau pasti kenapa bisa terjadi kelangkaan seperti ini, jelasnya hal ini juga berdampak pada harga beras yang melambung tinggi,” lanjut Rahmad Faisal.
Ia menyebut, akibat langkanya gabah dan tingginya harga, harga beras naik sepuluh persen dari sebelumnya. Untuk harga pabrik, harga beras dari sebelumnya Rp. 195ribu persak 15 kg, kini menjadi Rp. 215ribu hingga Rp.220ribu.
Pengusaha kilang padi produktif ini dengan terpaksa mengikuti harga pasar, guna menghindari kerugian.
“Untuk saat ini kebutuhan besar lokal saja tidak mencukupi, dan harga beras berkisar Rp.220ribu/sak,” tutupnya.













