Harapkan Pemkab Rembang Peduli Kesejahteraan Atlet

oleh -68 views
Bupati Rembang saat memberikan sambutan di acara Musorkab KONI Kabupaten Rembang di Pendopo Museum Kartini, Kamis (19/12/2019).

REMBANG, Kamis (19/12/2019) suaraindonesia-news.com – Agenda Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musrokab) KONI Kabupaten Rembang dilaksanakan di Pendopo Museum Kartini Rembang, Agenda kegiatan Musorkab pemilihan ketua umum KONI Kabupaten Rembang periode 2019-2023. Kamis (19/12).

Ketua umum KONI Provinsi Jawa Tengah Subroto dalam acara tersebut mengatakan, Salah satu penyumbang medali perak pada Sea Games kemarin yaitu Anung Satriyo Wibowo Atlit menembak cabang olahraga Kelas Benchrest 25 meter WRABF (heavy Varmint) dari Kabupaten Rembang.

Pada pagelaran Sea Games 2019 di Filipina kemarin, Jawa Tengah telah mengirimkan 41 altet yang tersebar di 45 cabang olahraga. Dengan hasil 6 medali emas, 12 medali perak, 11 medali perunggu.

“Berharap kedepan Pemkab bisa menjamin kesejahteraan atlet-atlet yang berprestasi tersebut,” terang Subroto.

Perihal pemberian kesejahteraan atlet itu tidak hanya memberikan uang, atau memberikan bonus. Mindsetnya adalah memberikan keleluasaan dan lapangan kerja.

“Memberikan jaminan hari tua dan syukur-syukur bisa mendapatkan penghargaan apresiasi khusus,” jelasnya.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz dalam sambutannya mengatakan Melalui acara Musorkab ini Bupati Hafidz berharap para peserta Musorkab agar memilih Ketua KONI Kabupaten Rembang periode 2019-2023 figur yang punya dedikasi terhadap kemajuan para atlet.

Karena Pemkab sangat berharap KONI ke depan dapat menghasilkan program strategis yang mampu mendorong para atlet untuk meraih prestasi pada level regional, nasional bahkan internasional.

Perihal upaya Pemkab dalam memberikan lapangan kerja bagi para atlet yang berprestasi sudah pernah dilakukan. Namun demikian tidak sedikit dari para atlet yang menolak tawaran lapangan kerja yang telah diberikan dengan berbagai pertimbangan.

“Kita pernah punya atlet senam juara tingkat provinsi, kemudian kita tempatkan di perusahaan daerah dan kita fasilitasi. Namun tidak berkenan, dengan alasan kalau nanti saya bekerja pasti karirnya berhenti karena kalau sudah bekerja pasti dituntut dengan tugas-tugas. Inilah yang menjadi kendala,” pungkasnya.

Reporter : Minan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *