Haprizal Rozi, Ajak Masyarakat Bongkar Kebobrokan Bupati Aceh Tamiang

Haprizal Rozi, aktivis tunggal demo Bupati Aceh Tamiang

Reporter: Rusdi Hanafiah

Aceh Tamiang, 01/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Aktivis yang kerap menggelar aksi demo tunggal di Kabupaten Aceh Tamiang, Haprizal Rozi, S. Sos, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh serta Pemerintah Pusat yang tidak memberikan restu terhadap keputusan ‘tidak sehat’ Bupati Hamdan Sati terkait upaya meniadakan paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2015 dan upaya menggunakan anggaran dari APBA serta APBN untuk menjalankan pembangunan di kabupaten yang bergelar Bumi Muda Sedia tersebut.

Selain itu, Haprizal Rozi juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak DPRK Aceh Tamiang karena telah bersikap toleran dan bijak melakukan penjadwalan ulang acara paripurna pembahasan LKPj/LPj Tahun Anggaran 2015 yang kabarnya akan digelar, Senin (1/8/2016) hari ini.

Kepada Suara Indonesia News, Minggu (31/7/2016), Haprizal Rozi, S.Sos, menyerukan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang agar jangan berkecil hati jika Bupati Hamdan Sati tidak akan pernah merasa bersalah dan tidak akan pernah memohon ma’af kepada masyarakat atas pernyataan bohongnya yang terlanjur dilontarkan ke publik beberapa waktu lalu terkait keyakinan dirinya tentang peniadaan paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2015 serta upaya untuk penggunakan anggaran dari APBA serta APBN untuk menjalankan pembangunan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia sangat berharap semoga kebohongan nyata yang telah dilakukan oleh Hamdan Sati dapat dijadikan pelajaran yang mampu mencerdaskan masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang sehingga nantinya akan melahirkan keyakinan bagi para masyarakat bahwa Hamdan Sati bukanlah sosok pemimpin yang baik dan dirinya diduga tidak pernah peduli terhadap nasib masyarakatnya.

Haprizal juga menegaskan agar pihak masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang harus selalu waspada dan juga bersikap jeli terhadap berbagai gelagat Hamdan Sati. Karena saat berada didepan masyarakat, jelas Haprizal, Hamdan Sati terkesan sebagai pemimpin yang suci dan seakan tidak pernah mau mencuri, namun dibelakang masyarakat diduga kuat bahwa Hamdan Sati terus berupaya merampok harta negara.

Oleh karenanya, Haprizal Rozi berupaya mengajak masyarakat Aceh Tamiang yang sudah merasa jera dan paham tentang Hamdan Sati agar bersedia merapatkan barisan untuk berusaha membangun aksi pembongkaran tentang berbagai indikasi keserakahan oleh Hamdan Sati.

Haprizal juga mengajak masyarakat Aceh Tamiang untuk berusaha menghimbau istri Hamdan Sati agar jangan latah mengintervensi birokrasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan ingatkan dirinya agar dapat bekerja pada tupoksinya sebagai Ibu PKK.

“Pada hari Senin, 1 Agustus 2016 besok, saya akan kembali menggelar aksi demo di Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggaungkan tema: Wujudkan Birokrasi Pemkab Atam Yang Terbebas Dari KKN dan Tegakkan Hukum Tanpa Diskriminasi,” terang Haprizal Rozi.

Haprizal juga menjelaskan bahwa pada aksi demonya besok turut berupaya mengkritik Pemkab Aceh Tamiang terkait pelaksanaan lelang proyek APBK yang terindikasi tidak transparan dan tidak akuntabel serta adanya dugaan telah terjadinya abuse of power, juga praktek KKN.

“Kita sangat berharap agar pihak penegak hukum berani memeriksa secara sungguh-sungguh terhadap Bupati Hamdan Sati dan para oknum Kadis, para oknum Pejabat ULP serta setiap Pokja yang diduga terlibat praktek KKN dan kejahatan menyalahgunakan wewenang yang diduga untuk memperkaya diri dan juga orang lain. Jika terbukti bersalah maka penjarakan mereka,” tegas Haprizal Rozi, S.Sos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here