Hanya Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Yang Boleh Memberi Peryataan Terkait Kasus Terbunuhnya Kim Jong-nam

Reporter: Mustain

KUALA LUMPUR, Selasa (14/3/2017) suaraindonesia-news.com – Pernyataan perkembangan kasus pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-nam yang mati di bunuh di bandara internasional Sepang Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada 13 Februari yang lalu hanya boleh dikeluarkan oleh perdana menteri dan wakil perdana menteri malaysia.

Peguam (pengacara) Negara malaysia Tan Sri Mohamed Apandi ali mengatakan, tidak ada pihak manapun termasuk jabatan pengacara negara yang boleh mengeluarkan pernyataan terkait perkembangan kasus pembunuhan tersebut karena dikuatirkan bisa menganggu perundingan yang sedang berjalan.

“Saya hanya bisa mengatakan bahwa kedua negara sedang berunding menyelesaikan isu kasus tersebut. Dan proses perundingan sedang berjalan dengan baik,” jelasnya

“Karena apa bagi pihak malaysia yang yang terpenting adalah demi menjaga keselamatan rakyatnya yang berada di negara berkenaan,” Katanya kepada para awak media setelah meresmikan Kolokium Kehakiman (kerjasama terkait Umdang-Undang Internasional Hak Asasi Manusia) di Kuala Lumpur senin (13/3/2017).

Rundingan Kuala Lumpur- Pyongyang itu membahas isu utama terkait sembilan warga malaysia yang dilarang meninggalkan Republik Korea Utara sejak selasa lalu.

Dua rakyat Malaysia di Kore Utara yang sudah di bebaskan sebelum ini ialah Stella Lim dan Nyanaprakash yang bertugas sebagai Program Makanan Sedunia (WFP) persatuan bangsa-bangsa bersatu (PBB) selamat tiba di Baijing China Jam 21.00 WIB 10 Maret 2017.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here