Petani Padi Musim Ini Hancur Panen

Petani Hancur Panen Musim Apitan ini, Diserang Hama Wereng dan Ulat

Magetan, Suara Indonesia-News.Com – Panenan padi musim apitan tahun ini petani sangat merugi hingga jutaan rupiah di banding dengan musim penghujan dan ketiga, pasalnya musim apitan tahun ini padi di serang hama ulat dan wereng coklat yang sulit di basmi, hal ini di sampaikan oleh Dayat [60] kelompok tani Sumberejo kepada wartawan online Suara Indonesia News.com beberapa hari yang lalu.

Dijelaskan, padi saat berumur 65 hari sampai di panen, padi sudah kelihatan putih tak berisi alias gabuk, padahal sudah beberapa kali di semprot dengan segala obat herbal dan insektisida tak mempan. Bahkan, obat yang harganya mahal sampai ratusan ribu rupiah, hingga sampai harga obat yang termurah sudah kita semprotkan/kita praktekkan.

Ditambahkan, penghasilan perhektar, musim penyakit seperti ini hanya menghasilkan 27 kwintal gabah, itupun muttu gabah tidak sempurna, biasanya kalau tidak ada penyakit perhektar bisa menghasikan 70 kwintal.

“jadi petani penghasilanya saat ini merosot tajam tidak sesuai dengan biaya untuk pengelolaan” ungkapnya.

Harga normal jual kering sawah saat ini hanya sekitar Rp 410 per kg, kalau gabahnya tidak sempurna dihargai oleh pembeli di bawahnya, imbuhnya.

Ditempat terpisah, Marsono [62] petani, menyesalkan atas para pekerja rombongan herek yang saat ini musim panen petani sedang jeblok, menurutnya, pekerja rombongan herek yang selalu jual mahal untuk mendapatkan upah bawon.

Dijelaskan, untuk rata rata tanah seluas seperembat bahu [72] are, panen hasil kurang dari 10 kwintal oleh rombongan herek diminta upah bawon 125 kg di tambah 2 kg bagi yang menjalankan ibadah puasa, sedang yang tidak berpuasa tetap di kirim nasi seperti hari biasa.

Untuk mengolah sawah seluas seperempat bahu atau seluas 17 are membutuhkan biaya sekitar Rp 2.200.000 sedangkan hasil panennya hanya mendapat 500 kg potong bawon 1,35 kg, petani hanya kebagian 3,65  sedang harga per kilo Rp 410. petani hanya mendapat hasil  Rp 1.049.650, jadi tekor separo lebih mas, belum waktu menunggu 3 bulan, katanya.

Diakui memang, untuk mencari tenaga herek atau blower sulit apalagi muttu padi gabah di sawah banyak penyakit belok putih, gabuk yang tak berisi sangatlah sulit.

Harapan petani, di Kecamatan Karangrejo, karena mencari tenaga kerja, ketika musim panen sulit dan kadang pekerja jual mahal, kepada Pemerintah, ia berharap untuk membantu alat perontok gabah di sawah.[kohar,tar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here