HAN 2021, Begini Kata Kepala DPPPA Kota Bogor

oleh -65 views
Kepala DPPKB Kota Bogor, Iceu Pujiati, SH, MM (tengah) dan Kasi Pemenuhan Anak, Jajang Koswara, S. Pd, MSi (kanan).

KOTA BOGOR, Kamis (22/07/2021) suaraindonesia-news.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Hanya saja Peringatan HAN 2021 diselenggarakan tepat pada hari, Jumat, 23 Juli 2021. Adapun tahun ini, tema adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dan tagline #AnakIndonesiaGembiraDiRumah, demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bogor, Iceu Pujiati, SH, MM, Kamis (22/07/2021).

Menurutnya, berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan HAN tahun ini menghadapi tantangan karena adanya pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia yang berimplikasi pada masyarakat, terutama anak, mengalami berbagai persoalan seperti masalah pengasuhan bagi anak yang orangtuanya positif Covid-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemic sebagai akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah.

“Berdasarkan tantangan tersebut tambah Iceu, maka HAN tahun 2021 sebagai motivasi bahwa pandemik tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini secara virtual, tanpa mengurangi makna HAN. Diharapkan peringatan HAN yang dikemas secara online dapat menjangkau lebih banyak anak dari 6 Kecamatan di Kota Bogor termasuk Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK),” ungkapnya.

Iceu menyebut, peringatan HAN dilaksanakan sebagai amanat dari peraturan perundang undangan, Pasal 28B ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional dan
Keputusan Presiden RI Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak).

Iceu menambahkan, tujuan umum dari peringatan HAN adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Sementara tujuan khususnya adalah memberikan pemahaman bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan karenanya anak harus memiliki bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dengan demikian upaya pembinaan anak perlu pula diarahkan untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran akan hak, kewajiban dan tanggung jawab kepada orang tua, masyarakat, bangsa dan Negara,” katanya.

Selain itu kata Iceu, mendorong pemerintah, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa menjadi leading sector untuk melakukan kerja- kerja aktif yang berimplikasi terhadap tumbuh kembang anak dengan cara melakukan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di sektor masing- masing, mendorong terwujudnya Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030, menurunkan angka kekerasan terhadap anak, meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan dan memastikan anak-anak tetap dirumah dan bergembira selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Audiensi & penyematan duta puncak acara yang diselenggarakan pada 31 Juli 2021, akan dilaksanakan dengan audiensi suara anak Kota Bogor oleh Fanator kepada Wali Kota Bogor dan seluruh peserta undangan serta penyematan dan pemberian apresiasi duta-duta anak di Kota Bogor (Duta Kesehatan, Pendidikan dan Perlindungan Anak). Acara akan berlangsung secara luring (panitia Fanator) dan daring (undangan umum) di Aula DP3A Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *