SAMPANG, Minggu (22/9) suaraindonesia-news.com – Calon Bupati (Cabup) Sampang, KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak), menunjukkan kelasnya. Dalam acara Talkshow dengan tema Sampang Menilai Calon Pemimpin, yang digagas oleh Komunitas Sampang Menilai Bersama, ia menjawab dengan lugas semua pertanyaan yang disampaikan audiens.
Bertempat di Cafe Febria Jl Makboel Kelurahan Polagan Kecamatan Sampang, acara Talkshow menghadirkan KH Muhammad Bin Muafi Zaini (Kyai Mamak), sebagai narasumber tunggal, dengan audiens sebanyak 100 orang dari unsur pemuda, mahasiswa, OKP, Orda dan organisasi mahasiswa Pondok Pesantren.
Acara diawali sambutan Ketua Komunitas Sampang Menilai Bersama, Choirudin MZ. Ia mengatakan, acara ini merupakan wadah bagi pemuda untuk menilai Calon Bupati (Cabup) Sampang, dengan mengedepankan dialog dan menyampaikan aspirasi.
“Harapannya dengan acara Talkshow ini, masyarakat tidak memilih secara subjektif calon pemimpin Sampang. Tapi, dapat menilai langsung kemampuan dan pengetahuannya yang dituangkan dalam visi dan misi nya,” terang Choirudin.
Ditambahkan, kedepan akan mengundang juga Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sampang, untuk menjadi narasumber dalam kegiatan yang sama. Sehingga, masyarakat dapat menilai kemampuan dan pengetahuan Calon Wakil Bupati (Cawabup) secara langsung.
Selanjutnya, dilanjutkan dengan pemaparan dari Calon Bupati (Cabup) KH Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Kyai Mamak), dan dialog serta tanya jawab yang dipandu oleh Sherly.
Dalam pemaparannya, Kyai Mamak mengupas tuntas permasalahan yang selama ini menghantui Kabupaten Sampang, yaitu terkait rendahnya IPM dan tingginya angka kemiskinan. Juga, permasalahan pendidikan, kesehatan dan ekonomi dikupas tuntas semuanya.
Yang menarik, saat sesi dialog dan tanya jawab, mantan anggota DPRD Jawa Timur ini, menanggapi dan menjawab dengan lugas semua pertanyaan audiens, terutama visi dan misi nya serta program inovatif untuk kemajuan Kabupaten Sampang, terutama rendahnya IPM dan tingginya angka kemiskinan. Serta masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga, acara dialog dan tanya jawab menjadi hidup dan audiens merasa puas.












