Hadapi Panelis Sendiri, La Bakry Akui Alami Tekanan Psikologi

oleh -13 views
Cawabub Buton, La Bakry saat di wawancarai sejumlah awak Media

Reporter : La Ode Ali

Buton, Kamis (2/2/2017) suaraindonesia-news.com – Cawabup Buton, Drs. La Bakry mengakui bahwa dirinya mengalami tekanan psikologi saat diperhadapkan dengan lima orang tim panelis pada debat publik di Gedung Wakaka, Pasarwajo, Kamis (2/2/2017). Hal itu dikarenakan tanpa adanya Umar Samiun saat menghadapi pertanyaan Panelis

“Kamikan sering berdua dengan Pak Umar Samiun, namun kali ini saya sendiri yang hadir, dan secara psikologi saya dapatkan tekanan, “kata La Bakry saat dikonfirmasi sejumlah awak media usai debat publik.

Dijelaskan, seandainya pertanyaan dari Tim Panelis tersebut dijawab langsung oleh Umar Samiun, mungkin akan lebih baik lagi. Namun, karena kondisi yang sangat tidak memungkinkan, maka dirinya (La Bakry red)  yang harus menghadapi pertanyaan dari tim panelis.

“Jadi memang tadi itu, kalau bisa saya teriak, ya saya teriak, tapi itu tidak boleh apalagi dihadapan publik, makanya saat menjawab pertanyaan tadi, saya pikirkan jawaban yang paling baik tentu dengan ketenangan, “jelasnya.

Diakuinya, lanjut Ketua DPD PAN Buton ini, jawaban yang diberikan mungkin belum dapat mewakili semua apa yang diharapkan Umar Samiun. Namun, yang pasti sebagian besar tidak akan begitu jauh dengan harapan Umar Samiun selaku Calon Bupati Buton. Sebab, semua ide atau jawaban yang diberikan ke Panelis, kerap kali didiskusikan bersama.

“Walaupun tidak mencapai 100 persen seperti yang diharapkan beliau(Umar Samiun red) tapi setidaknya bisa mewakili mengenai gagasan soal industri dan budaya,” paparnya.

Ditambahkan La Bakry,sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku yang mengatur pencalonan kepada daerah, tahapan debat publik dapat dilaksanakan walaupun hanya satu Paslon yang hadir karena dianggap satu paket untuk menyampaikan visi misi pada lima tahun kedepan.

“Jadi apapun yang saya sampaikan ,itu atas hasil diskusi dan praktek untuk membangun daerah sejak empat tahun yang lalu,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *