H Ruslan Ahmad : Berita Itu Tidak Sesuai Dengan Pernyataan Saya

Reporter: Nazli MD

Blangpidie-Abdya Suaraindonesia-news.com – Camat Tangan-Tangan H. Ruslan Ahmad yang merupakan salah satu narasumber pada pemberitaan salah satu media online lokal yang menuliskan pengadaan 100 unit mesin perontok padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distannak) setempat dengan menghabiskan anggaran Miliyaran rupiah, dinilai tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan hasil Musrenbang.

Dalam pemberitaan itu, Ruslan yang saat itu mendampingi anggota DPD RI, Sudirman Hamid yang akrab Haji Uma menyebutkan, pengadaan mesin perontok padi yang tidak diterima oleh kelompok tani yang tersebar di Kabupaten setempat itu sebenarnya tidak sesuai dengan hasil Musrenbang.

Lebih lanjut dituliskan, dalam Musrenbang tingkat kecamatan Tangan-Tangan memang ada  diusulkan mesin perontok padi, tapi bukan yang seperti mesin saat ini yang tidak diterima oleh petani.

“Bantuan itu ditolak oleh sebahagian kelompok tani karena menilai mesin-mesin itu tidak seperti yang mereka gunakan biasanya,”ujarnya dalam berita itu.

Terkait dengan pemberitaan itu, Ruslan Ahmad yang menemui sejumlah wartawan di Blangpidie, mengakui pemberitaan yang dilangsir oleh dua media itu tidak sesuia dengan pernyataan dirinya.

Diakui Ruslan, memang dua oknum wartawan online itu ada ke kantornya bersama dengan anggota DPD RI Sudirman. Namun, diakuinya dia tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa mesin perontok bantuan ditolak.

“Saat itu saya hanya menyampaikan menyangkut antusias masyarakat terkait Mini Comben yang saat ini sangat diminati petani di kawasan Tangan-Tangan. Saya sangat terkejut dengan isi pemberitaan yang mereka tulis itu,” aku Ruslan.

Pada kesempatan itu, Ruslan juga menyebutkan, dirinya telah menghubungi dua wartawan tersebut dengan tujuan  untuk meminta klarifikasi pemberitaan yang menyeret namanya untuk diralat.

”Saya merasa saya tidak pernah memberikan pernyataan sebagai mana yang dikutip oleh dua oknum wartawan media online itu,” terangnya.

Selain itu, Ruslan juga akan melaporkan dua oknum wartawan itu kepada pihak terkait bila pemberitaan yang menyebutkan dirinya sebagai narasumber itu tidak diralat.

“Jika tidak segera diklarifikasi, maka saya akan melaporkan kepihak terkait. Karena wartawan itu menyiarkan berita tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here