PAMEKASAN, Kamis (3/7) suaraindonesia-news.com – CEO PT Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam, kembali melaksanakan program bantuan pembangunan rumah bagi warga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan.
Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang buruh tani bernama Timah, warga Dusun Nang Daja, Desa Konang, Kecamatan Galis. Sebelumnya, Timah tinggal di rumah berdinding gedek yang dinilai tidak layak huni.
Penyerahan bantuan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan H. Khairul Umam bersama sejumlah pihak, termasuk tokoh agama setempat, pada Kamis (3/7).
Dalam keterangannya, H. Khairul Umam menyebut kegiatan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Kegiatan membangun rumah warga miskin ini sudah kami lakukan sekitar lima tahun, dan hingga saat ini lebih dari 1.000 unit telah dibangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut kini diarahkan untuk mendukung target pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan.
“Kami ingin membantu program Presiden Republik Indonesia dalam mengurangi angka kemiskinan dan memajukan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, ulama muda RKH Abbas Muhammad Rofi’i, yang menjelaskan rencana program bantuan ini dilakukan secara bertahap.
“Dalam jangka pendek hanya di Pamekasan, jangka menengah di Madura, dan jangka panjang nanti seluruh Indonesia. Ke depannya, program ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga menguatkan sektor ekonomi masyarakat,” kata Abbas.
Sementara itu, penerima bantuan, Timah, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pembangunan rumah yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya senang sekali dapat bantuan ini. Semoga rumah ini bisa membuat hidup saya dan keluarga lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan penyerahan bantuan juga disaksikan perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Program pembangunan rumah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima bantuan dan menjadi salah satu upaya mendukung percepatan penanganan kemiskinan di wilayah Pamekasan.













