H-3 Lebaran, Harga Daging Sapi Melambung Tinggi

oleh -2 views
Salah satu pedagang daging di Pasar Anom Sumenep

Reporter : Liq

Sumenep, suaraindonesia-news.com– Menjelang H-3 lebaran idul fitri, harga daging sapi dipasar lokal Sumenp, Madura, Jawa Timur mengalami kenaikan jika dibandingkan harga sebelumnya.

Sejumlah konsumen mengatakan Harga daging yang sebelumnya sudah turun ke Rp 100 ribu perkilo, saat ini naik menjadi Rp 120 ribu perkilo, sama seperti saat awal ramadhan.

Namun kenaikan harga yang terjadi pada H -3 lebaran, masih ada kemungkinan naik lagi pada H -2 atau H -1 lebaran. Karena pada saat itu, permintaan daging  juga akan mengalami peningkatan, apalagi masyarakat butuh daging untuk konsumsi lebaran.

“Kalau harga perkilonya saat ini Rp120 ribu, kurang tahu kalau harga-hara sebelumnya. Padahal kita belum tahu kapan lebaran, apa hari Selasa apa Rabu, tapi pembeli daging sudah  mulai sekarang,” kata Retniyati, salah satu pembeli daging di pasar Anom Sumenep, Minggu (3/7/2016).

Karena saking ramainya pengunjung, calon pembeli daging di pasar anom baru Sumenep daging harus antri sekitar setengah jam. Padahal sejumlah pedagang daging sudah  menambah satu dua karyawan untuk membantu memotong-motong.

Kesempatan tersebut justru dimanfaatkan pedagang daging untuk menaikkan harga dagangannya. Sementara stok daging yang disiapkan pedagang dalam perharinya, sekitar dua sampai tiga ekor sapi.

“Lumayan lah, masing-masing pedagang bisa menyembelih 2-3 ekor sapi per hari. Untuk harganya ya bervariasi, daging super kami jual Rp 120 ribu perkilo, dibawahnya itu harganya Rp 110 ribu perkilo, begitu terus selanjutnya,” kata Nurhayati, salah satu pedagang daging di pasar anom baru Sumenep.

Sedangkan fenomena melambungnya harga daging sapi menjelang lebaran, seolah menjadi hal yang biasa terjadi saat menjelang lebaran. Sehingga pasar murah yang di gelar pemerintah daerah beberapa waktu lalu, sepertinya tidak memberikan efek apa-apa terhadap naiknya harga daging, serta harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya dipasaran. Karena waktunya kurang tepat, yakni digelar jauh-jauh hari sebelum lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *