Reporter : T2g
Pulau Tello, Suaraindonesia–news.com – Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. Tengku Erry Nuradi, SE, M.Si dan nyonya serta bersama rombongan Tim Safarai Ramadhan Pemprov Sumut, Kunjungin Pulau Tello Kabupaten Nias Selatan, Jumat, (24/06) dalam rangka Safari Ramadan 1437 H.
Turut ikut dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana, Waka Polda Sumut Brigjen Pol Adi Prawoto, Kabinda Sumut, Kadis Pariwisata Elisa Marbun, Kadis Perikanan dan Kelautan Joni Waldi, Kepala Bakorluh Bonar Sirait, Kepala Bappeda Arsyad Lubis, Asisten 3 bidang Kesejahteraan sosial Zulkarnain.
Gubernur Sumut beserta rombongan Tim Safari Ramadhan lainnya tiba di bandara Lasonde sekitar pukul 13.00 wib dengan menggunakan pesawat Cassa milik Polda Sumut, di sambut oleh Bupati Nias selatan Dr. Hilarius Duha, Sh. Mh bersama nyonya, anggota DPRD Nias Selatan, Kepada SKPD Nias Selatan dan ke 7 camat se Kepulauan Batu serta beberapa Kepala Desa di wilayah Pulau-Pulau Batu seperti kepala Desa Lasonde Fajar Bohalima juga ikut menyambut Gubernur dan rombongan
Saat tiba di Bandara Lasonde cuaca kurang bersahabat karena hujan sehingga semua rombongan terpaksa harus menunggu beberapa waktu di ruangan VIB bandara Lasonde.
“Pulau Tana Massa bagian dari Nias Selatan yang menjadi gugusan di Pulau-Pulau Batu. Kawasan ini sangat kaya dengan potensi pariwisata. Namun saat ini belum dikembangkan secara maksimal”, kata Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. Tengku Erry Nuradi.
Erry juga mengatakan, Pulau Tana Masa memiliki keunikan tersendiri, Betapa tidak, sebuah pulau yang dilengkapi sarana Bandara, tetapi tidak memiliki jalan penghubung antara satu desa dengan belasan desa lain yang ada di pulau tersebut.
“Jalan yang ada di Pulau Tana Masa hanya lintasan pesawat dan jalan dari bandara menuju pelabuhan lasonde yang berjarak sekitar 500 meter saja. Jalan yang menghubungkan satu desa dengan desa lain tidak ada. Masyarakat terbiasa menggunakan jalur laut dengan mengelilingi pulau”, ujar Erry kepada sejumlah media.
Sekitar pukul 13.40 Wib dari Pelabuhan Lasonde menuju ke Pelapuhan Pulau Tello dengan menaiki kapal dan sekitar jam 14.00 Wib rombongan Gubernur tiba di Pelabuhan Pulau Tello dan di sambut oleh tari perang kebudayaan Pulau Tello, pencak silat, serta pemberian penghargaan secara adat istiadat Pulau Tello dan Kemudian Tengku Erry Nuradi dan isteri Evi Diana dipakaikan pakaian kebesaran suku Nias, selanjutnya ditepungtawari oleh pemuka dan pemangku adat setempat.
Setelah acara penyambutan selesai di pelabuhan Pulau Tello Gubernus bersama rombongan langsung menuju Masjid Al Ikhsan di Pasar Pulau Tello, tempat berlangsung kegiatan tausyiah dan berbuka puasa bersama dengan jajaran Pemkab Nisel. Kegiatan selanjutnya shalat Maghrib dan tarawih berjamaah.
Kedatangan pertama Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. Tengku Erry Nuradi, SE, M.Si di Pulau Tello terlihat jelas antusias ke 7 camat yaitu Camat Pulau-Pulau Batu Keligo Bidaya sekaligus sebagai ketua panitia penyambutan Gubernur, Camat Hibala Hosila Bago, Camat Pulau-Pulau batu Timur Kamaria Dakhi, Camat Tanah Masa Ledianus Nehe, Camat Pulau-pulau Batu Timur Iskia Garamba, Camat Pulau-pulau Batu Barat Anadowa Laowo serta yang paling ujung camat Simuk Tukairi Bawaolu ikut datang untuk menyambut Gubernur serta rombongan.
Beberapa toko masyarakat mempunyai harapan besar untuk menyampikan secara langsung keluhan yang bersifat kepentingan umum kepada Gubernur, tapi sangat disayangkan Gubernur tidak membuka kesempatan temu ramah kepada toko masyarakat yang ada di Pulau Tello walaupun saat itu ada waktu luang karena Gubernur dan rombongan bermalam di Pulau Tello, tutur Tokoh masyarakat Habel Fanaetu kepada media ini.
Habel Fanaetu juga menceritakan kepada media ini apa saja yang akan beliau sampaikan jikalau ada kesempatan temu ramah kepada Gubernur yaitu, Agar di perhatikan tentang transportasi laut, Agar Lapangan Bandara Lasonde di perpanjang agar pesawat komersial bisa mendarat, Agar bisa memberi rekomendasi tentang pemekaran Pulau-Pulau Batu karena pada tanggal, 26 November 2015 surat pemohonan masyarakat kepulauan Batu yang diserahkan langsuh oleh panitia pemekaran di kantor Gubernur saat itu, Perikanan agar di rehap dan di fungsihkan kembali demi membantu perekonomian masyarakat nelayan di 7 kecamatan pulau batu, Agar Universitas juga di bangun di Pulau Batu serta yang pali penting permintaan kami kepada Gubernur adalah agar distop kegiatan PT Gruti dan PT Nauli yang masih beroperasi di Pulau-Pulau Batu.
Walaupun hal ini belum tersampaikan kepada Gubernur tapi saya yakin bahwa dengan kita sampaikan ini melalui media masa maka besar harapan saya Gubernur bisa membacanya dan begitu juga dengan Bupati agar bisa menyampaikan keluhan kami ini kepada Gubernur.
