MAYBRAT, Selasa (16/3/2021) suaraindonesia-news com – Gereja Kristen Injil (GKI) di tanah Papua menggelar kegiatan akbar Rapat Kerja (Raker) IV BP AM Sinode GKI tanah Papua yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan dan disaksikan Ketua Sinode GKI, Pdt. Andrikus Mofu, Pangdam Kasuari XVIII Mayjen I. Nyoman Cantiasa Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Tornagogo Sihombing , pembukaan Raker Yang berlangsung di lapangan Ella, Distrik Ayamaru Kabupaten Maybrat, Selasa (16/3).
Raker Sinode ke-IV mengusung tema “Datanglah kerajaan-mu menjadi Gereja yang Dewasa, Mandiri dan Misionaris”.
Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengatakan, gereja hari ini dituntut untuk mau melihat setiap perubahan yang ada dengan berbagai jenis dinamika yang terus mempengaruhi perubahan perilaku kehidupan umat dan masyarakat secara luas. Sehingga gereja tidak boleh terperangkap dalam suasana atau tradisi yang bisa saja secara tidak sengaja menghambat peran gereja yang sesungguhnya yakni menjadi garam dan terang dunia.
Oleh karena itu, gereja dituntut bersikap aktif namun tetap berhati-hati namun tetap berhati-hati dalam menjalankan panggilan misinya di tengah-tengah dunia yang terus berubah.
“Diharapkan materi-materi yang sudah disiapkan dalam Raker IV Sinode GKI ini oleh beberapa tim yang ditunjuk BP AM-Sonode akan dibagikan untuk selanjutnya dibahas dalam komisi-komisi agar mendapat masukan yang signifikan dan menghasilkan suatu amandemen yang baik untuk penataan pelayanan gereja ke depannya,” harap Gubernur.
Sementara ketua Sinode GKI, Pdt. Andrikus Mofu mengungkapkan bahwa tugas GKI di tanah Papua adalah tugas yang penting dan strategis yang mana merupakan panggilan bersama untuk senantiasa menjaga dan mengawal agar Papua yang selalu direnungkan sebagai tanah damai ini benar-benar terwujud.
“Kita semua terpanggil untuk menjaga Papua sebagai tanah damai, dan diatas tanah yang damai ini harus ada kebenaran yakni tidak boleh lagi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu GKI sebagai pelayanan yang panggil dan diutus oleh Tuhan harus memperkejakan keselamatan ini bagi tanah Papua,” jelas Andrikus.
Oleh karena itu, melalui tema Sentral Raker IV AM Sinode GKI yakni “Datanglah kerajaan-Mu dan Sub Thema menjadi gereja yang dewasa mandiri dan Misioner” bahwa tugas pekabaran Injil belum selesai.
“Maka ini menjadi tugas bersama kita, sehingga tentu sebagai gereja harus melakukan dengan baik dalam Raker ini,” terangnya.
Ketua panitia Pelaksana Raker, Drs Bernard Sagrim MM dalam laporannya menyampaikan, Klasis Maybrat dipercayakan oleh BP AM Sinode sebagai tuan dan Nyonya dalam pelaksanaan Kegiatan Akbar Raker GKI di tanah Papua ini. Oleh karena itu, Maybrat yang biasa disebut sebagai A-3 mendukung dalam doa untuk Raker IV AM SInode GKI ini agar terlaksana sukses seturut dengan kehendak Tuhan. Karena, lanjut dia Orang Maybrat sangat mengutamakan doa dan harga diri sebagai dasar untuk mewujudkan setiap tanggungjawab yang telah dipercayakan.
“Kami telah mencurahkan perhatian penuh untuk mensukseskan pelaksanaan Raker ini karena berlandaskan moto orang Maybrat Nehaf Sau Bonot Satu, satu hati satu komitmen dan doktrin Theofani dan tradisi orang A-3 sebagai suatu upaya dukungan terhadap Raker,” terang Sagrim.
Bernard Sagrim melaporkan peserta Raker kali ini berjumlah 450 peserta dari utusan 70 Klasis dan 15 bakal Klasis yang terdiri dari 1945 jemaat dari 11 wilayah di tanah Papua.
Reporter : Ones
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful












