Gubernur Jambi Ikut Bergotong-royong Bersihkan Sungai Tembuku

Pembersihan Sungai Tembuku

Reporter: Inro
Jambi, Minggu (11/12/2016) suaraindonesia-news.com – Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkifli  tantangan paling berat mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai  ikut serta bergotong royong untuk membersihkan Sungai Tembuku, Sijenjang, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi (11/12).

Aksi gotong royong di Sungai Tembuku Sijenjang tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi melalui Bidang Sumber Daya Air, bekerjasama dengan Komunitas Peduli Sungai.

Didampingi oleh Kepala Dinas PU Provinsi Jambi, Doni Irawan dan Komunitas Peduli Sungai, Zola meninjau Sungai Tembuku yang disesaki sampah, terutama di pintu air dan bawah jembatan, terdiri dari sampah plastik, kaleng, botol, dan lain-lain. Zola juga ikut membersihkan sungai tersebut.

Zola mengungkapkan, sejarah dan peradaban Provinsi Jambi tidak bisa dilepaskan dari sungai, sungai bermanfaat sangat besar bagi masyarakat, yang bisa memberikan penghidupan, dan juga digunakan sebai jalur transportasi. Maka dari itu, Zola menghimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk menjaga dan melestarikan sungai, diantaranya dengan tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan sungai.

“Sudah sama-sama kita saksikan, sangat banyak sampah di sungai ini, dan sampah itu bukan kemarin, tetapi mungkin sudah berbulan-bulan. Sungai harus kita bersihkan. Saya menyambut dengan sangat baik dilaksanakannya kegiatan ini,” ujar Zola.

“Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, semua pihak harus berhenti membuang sampah di sungai. Jangan sampai sungai tidak bisa digunakan lagi. Ini tantangan bagi kita” tegas Zola.

Zola mengungkapkan, tantangan terberat dalam membersihkan sungai dari sampah adalah mengedukasi atau memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada masyarakat, yang selama ini biasa membuang sampah di sungai, untuk mengubah kebiasaan, tidak lagi membuang sampah di sungai.

“Hari ini kita berkumpul bersama masyarakat, para RT, dinas terkait yakni Dinas PU, dan Komunitas Peduli Sungai, untuk sama-sama melakukan pelestarian sungai melalui pembersihan sungai. Di sungai ini bertumpuk sampah, dan ini sudah lama sekali. Sampah mengumpul di sini, yang menyebabkan penyumbatan sungai yang bisa mengakibatkan banjir. Hal ini juga menyebabkan permasalahan kesehatan,” jelas Zola.

Zola menyatakan, untuk mengatasinya harus dilakukan tindakan cepat, dan dia mengapresiasi serta menyambut baik kepedulian Komunitas Peduli Sungai, untuk melestarikan sungai yang ada di Jambi.

“Sungai menjadi pusat peradaban, dan jika sungai tidak diperhatikan, maka peradabanpun akan hancur, ini bukan hanya di Kota Jambi saja, tetapi juga di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Jambi,” ungkap Zola.

“Saya harap Komunitas Peduli Sungai ini menjamur, supaya lebih banyak lagi yang peduli terhadap sungai. Kita telah melakukan aksi cepat dengan alat berat, dump truck, semua sampah diambil, kemudian dikirimkan ke tempat pembuangan sampah,” tambah Zola.

“Salah satu tantangan kita yang terberat adalah, bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat, untuk dapat mengubah kebiasaan, untuk tidak membuang sampah di sungai, sungai bukan tempat sampah. Saya tanya kepada RT-RT, tempat sampah ada tidak? ternyata ada, cuma masalahnya adalah kebiasaan, kebiasaan ini yang harus kita ubah, kalau tidak, setelah kita bersihkan, sampah akan numpuk lagi seperti ini,” terang Zola.

Zola mengatakan bahwa di lokasi tersebut, selain ada pintu air, pada tahun 2017 direncanakan akan dioperasikan pengolahan sampah, sampah-sampah dalam bentuk besar akan dihancurkan, dicacah lebih kecil, kemudian dipisahkan, apakah digunakan menjadi pupuk atau bentuk-bentuk yang lainnya. Selain itu, akan dibuat taman.

“Tentu taman tidak bagus, tidak elok, dan tidak nyaman kalau sumpahnya bertumpuk,” lanjut Zola.

Zola menegaskan, butuh kerjasama dari semua pihak untuk membersihkan sungai. “Insyaallah Pak RT di sini sangat menyambut baik. Untuk RT-RT lainnya juga, tolong diedukasi masyarakat, diajak, dihimbau, agar berhenti membuang sampah di sungai. Sungai ini bukan hanya untuk generasi kita saja, tetapi juga untuk generasi-generasi yang akan datang,” tutur Zola.

“Kesadaran kita untuk melestarikan sungai, bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk kita, ini yang menjadi tantangan kita, dari mulai anak kecil, anak-anak SD sampai orang dewasa, supaya ada sense of belonging (rasa memiliki). Sungai ini milik kita semua, maka tanggung jawab kita semua untuk dapat melestarikannya,” pungkas Zola.

Pada kesempatan tersebut, Zola memberikan kaos secara simbolis bertuliskan “Sayangi Sungai Cintai Negeri,” kepada perwakilan Komunitas Peduli Sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Dodi Irawan,ST,MT menyatakan,”Kita melaksanakan gotong royong bersama Gubernur Jambi, mulai jam setengah 8 pagi, Pak Gubernur sudah di sini bersama kita. Kita dari Dinas Pekerjaan Umum memfasilitasi Komunitas Peduli Sungai untuk melakukan kegiatan ini,” ujar Dodi Irawan.

“Kita menghimbau masyarakat supaya tidak lagi membuang sampah di sungai, semboyannya seperti yang di baju kita ini “Sayangi Sungai Cintai Negeri.” Masyarakat Provinsi Jambi ini dari dahulu sudah hidup dari sungai, transportasinya dulu sungai, dan sampai saat ini, ada masyarakat Provinsi Jambi yang tinggal di bantaran sungai. Jadi kita semua yang harus menjaga dan melestarikan sungai sebagai sumber kehidupan,” jelas Dodi Irawan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here