Gubernur Jambi Harapkan Kantor Imigrasi Berikan Pelayanan Publik

Reporter: Inro
Jambi, Jumat (27/1/2017) suaraindonesia-news.com – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA meninjau pelayanan masyarakat di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Jambi, Telanaipura, Jumat (26/1) dan sekaligus  menjadi pembina upacara Hari Bhakti ke-67 Imigrasi Tingkat Provinsi Jambi  di lapangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jambi.

Dalam pantauan dilapangan, Zumi Zola berbincang langsung dengan masyarakat yang berurusan di kantor imigrasi tersebut, seperti pelayanan paspor untuk berobat, umroh, dan naik haji. Beberapa orang warga menyampaikan langsung harapannya kepada Zola, seperti agar pelayanan lebih cepat lagi.

Dikatakan Zumi Zola, pelayanan di kantor imigrasi itu sudah berjalan dengan baik, namun demikian,  berharap sekaligus menekankan supaya pelayanan publik di kantor imigrasi tersebut lebih baik lagi, lebih prima. Secara khusus, Zola meminta kepada pimpinan kantor imigrasi, supaya semua orang yang datang hari ini, bisa dilayani hari ini juga.

“Kita ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-67 kepada Imigrasi. Seperti dalam arahan menteri dalam pidato,  bagaimana peningkatan pelayanan. Beliau menegaskan, jangan ada pungutan liar, jangan ada pegawai menggunakan narkoba, tantangan yang ada saat ini sudah banyak, jangan ditambah dengan permasalahan-permasalahan internal,” ujarnya.

Sebagai Gubernur Jambi menginginkan dan berharap pelayanan imigrasi ini, salah satunya pembuatan paspor untuk masyarakat, bisa lebih prima. Saat ini sudah bagus. Pembuatan paspor hari ini memang bertumpuk karena kemarin mati listrik PLN, makanya antriannya panjang hari ini, tetapi secara umum sudah bagus.

Juga menjelaskan, sekarang, kantor imigrasi yang beroperasi di Provinsi Jambi ada di Kota Jambi dan satu lagi di Tungkal, dan supaya tidak terjadi penumpukan, apalagi ada masyarakat yang datang jauh dari Kabupaten Bungo, bahkan dari Kabupaten Kerinci, waktu kunjungan kerjanya terakhir ke Kerinci, dia sudah meresmikan Kantor Imigrasi di Kerinci. Zola mengatakan, ada sedikit kendala teknis, tetapi Bupati Kerinci siap menambah segala ssuatu yang kurang, termasuk listrik dan ditargetkan pada pertengahan bulan Februari 2017 sudah bisa beroperasi melayani masyarakat, termasuk pembuatan paspor, jadi tidak menumpuk lagi di Kota Jambi dalam pengurusan paspor umroh, naik haji, dan berobat.

“Mudah-mudahan pelayanan bisa lebih prima, bisa melayani masyarakat lebih banyak lagi, misalnya untuk pelayanan foto untuk paspor yang saat ini ada 4, mungkin nanti bisa dipertimbangkan lagi untuk ditambah,” harapnya.

Zola mengatakan, dia mengapresiasi adanya kotak keluhan/kotak saran, sebagai salah satu bentuk dari pelayanan.

“Saya juga berharap untuk pelayanan paspor bagi TKI dan TKW, bisa diprioritaskan karena mereka ini adalah pahlawan-pahlawan devisa negara, termasuk Jambi, tetapi tentunya sesuai dengan prosedur yang berkalu. Tolong teman-teman dari Kantor Imigrasi bisa membantu,” terang Zola.

Selain itu, Zola menyatakan supaya Imigrasi juga bisa meningkatkan pengawasan orang asing. “Itu gunanya Imigrasi, makanya dipecah, ada di Kota Jambi, Tungkal, dan Kerinci. Apalagi ada juga yang mengurus visa, per 6 bulan harus diurus. Saya minta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota sampai ke kecamatan, sampai ke desa/kelurahan, kalau ada orang asing, 1 x 24 jam yang tidak diketahui statusnya, dan kepada semua perusahaan, apabila ada menggunakan tenaga kerja asing, koordinasi dengan kami, tentang izinnya, jangan sampai nanti tertangkap karena tidak punya izin yang jelas, tidak ada surat dan dokumen resminya, kita tidak mau itu. Kita buka kesempatan kepada siapa saja, silahkan untuk bekerja, tetapi sesuai dengan prosedur yang berlaku,”tegas Zola.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jambi, Bambang Palasara mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jambi yang telah berkenan menjadi indpektur upacara dalam Hari Bhakti ke-67 Imigrasi.

“Tadi, disaksikan Pak Gubernur, mendengar saran-saran dan keluhan dari masyarakat yang berurusan di Kantor Imigrasi Jambi ini. Kami sangat senang dapat keluhan yang riil. Tentunya kami berusaha mencarikan solusi dengan cepat, salah satunya, banyaknya antrian pengurusan paspor karena dampak dari mati listrik kemarin, itu yang pertama,” jelas Zola.

“Yang kedua, kita siasati, karena mulai pertengahan bulan depan, Kerinci mulai bisa melayani pembuatan paspor. Seperti diketahui, 40% pelayanan paspor di sini adalah dari masyharakat Kerinci. Dengan ditambahnya pelayanan di Kerinci, nanti pelayanan paspor di sini dan pelayanannnya akan lebih cepat dan lancar. Sebagian akan ada di Kerinci. Yang dari Kerinci juga kasihan kan, kalau harus bolak-balik ke sini, bahkan ada yang ke Padang, karena pelayanan paspor itu dimanapun bisa sepanjang syarat-syaratnya lengkap. Nanti ada 3 atau 4 kabupaten/kota, dari Muara Bungo ke Barat yang akan dilayani Kerinci, sehingga masyarakat lebih dekat dengan pelayanan paspor dan keimigrasian. Kami juga berharap agar pelayanan kelistrikan dari PLN lebih baik lagi,” tutur Zola.

Ketika ditanya berapa biaya pembuatan paspor, Bambang menyatakan biayanya Rp355.000, dan bayarnya di bank, di sini tidak ada transaksi apapun.

”Makanya, awak media, kalau mendengar ada kutipan diluar yang PNBP, tolong sampaikan ke kami, langsung ke saya, kepala kantor wilayah kalau ada kutipan di luar itu, termasuk yang mempersulit, mengada-ada syaratnya, tolong sampaikan ke kami,” ujar Bambang.

Menanggapi informasi orang asing yang ilegal, Bambang mengatakan bahwa pihak Imigrasi Jambi belum mendapat informasi.

“Yang jelas saat ini, tenaga kerja asing yang saat ini ada semuanya memenuhi syarat, tetapi, ini kan data real time, besok siapa tau ada yang datang tetapi tidak memiliki syarat. Jadi, kondisi sekarang tidak bisa jadi patokan untuk besok. Dan berharap agar gubernur membantu pengawasan karena pengawasan tersebut sangat penting,” jelas Bambang.

“Orang asing kita butuhkan manakala mau berinvestasi, mau jadi turis berwisata, silahkan, tetapi kalau mau bekerja, harus melalui prosedur yang benar, salah satunya izin dan bayar pajak,” pungkas Zola.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here