Gubernur Jambi Hadiri Talk Show dan Dialog Bersama Najwa Shihab

oleh
Tengah Gubernur Jambi, Zumi Zola Foto Bersama Usai Acara Talk Show dan Dialog Bersama Najwa Shihab, Sabtu (6/5/2017), di Balairung Kampus UNJA Mandalo.

Reporter: Inro

JAMBI, Sabtu (6/5/2017) suaraindonesia-news.com – Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli menghadiri talk show dan dialog bersama Najwa Shihab, Sabtu (6/5/2017), di Balairung Kampus UNJA Mandalo.

Dikatakan Zumi Zola, inti dari talk show yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi dan pihak-pihak terkait tersebut adalah untuk menghimbau masyarakat, terutama mahasiswa-mahasiswi supaya gemar membaca buku, untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, kemampuan menganalisis, serta mengembangkan pola piker yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Terutama mahasiswa-mahasiswi untuk meningkatkan perhatian dalam membaca buku, agar semakin gemar membaca buku yang tentunya bermanfaat terhadap pemikirannya,” jelas gubernur.

Zumi Zola menyarankan untuk memilih buku yang disukai tidak harus tebal, dilakukan secara bertahap namun terus menerus, ditularkan dengan teman-teman dan saling bertukar buku bacaan.

“Saya senang membaca buku biografi untuk mengetahui capaian dan kepemimpinan mereka, contohnya buku biografi Nelson Mandela,” jelas dia.

Zola menjelaskan bahwa dia mengupayakan gedung perpustakaan yang nyaman dan terus berusaha menambah koleksi buku perpustakaan.

“Sudah ada 70.000 koleksi buku dan baru dapat 100.000 buku baru yang akan disebar di kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, akan disebar di berbagai even di Provinsi Jambi,” jelas Zola.

“Sangat mengapresiasi antusiasme mahasiswa-mahasiswi dan masyarakat dalam mengikuti acara tersebut dan berharap bisa menggugah kesadaran untuk meningkatkan minat membaca buku,” ujarnya.

Sementara itu Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab, menjelaskan dengan sangat lugas tentang arti dan manfaat membaca buku, serta tantangan yang sangat besar yang dihadapinya dalam menjalankan tugas sebagai Duta Baca Indonesia, terutama ketika menyaksikan berbagai tantangan di pelosok-pelosok Indonesia.

Najwa mengungkapkan, dia sangat bersyukur lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang mempunyai minat baca yang sangat tinggi, dan kegemarannya membaca buku sudah sejak kecil, bahkan sejak SD.

“Banyak membaca juga sangat penting untuk mengenali berita hoax (bohong), serta menumbuhkan kemampuan menganalisis untuk mengenali berita bohong. Ini sangat penting, harus cerdas memilih dan memilah mana yang benar dan bohong. Dan, maraknya berita hoax bukan hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia mengalami, bahkan Amerika Serikat dan Inggris juga menghadapi gempuran berita hoax,” ungkap Najwa Shihab.

Ia menegaskan, dengan generasi yang gemar membaca akan menghasilkan generasi yang tidak mudah diprovokasi, tidak mudah memaki, yang punya hati.

“Generasi membaca, generasi cinta pengetahuan, generasi cinta bangsa,” tambah Najwa Shihab.

Najwa Shihab menyarankan agar yang punya akses lebih besar terhadap buku untuk membantu membuka akses itu ke pelosok-pelosok Indonesia.

Deputi Perpustakaan Nasional, Roro Mini Hariyati menyatakan, banyak tips untuk meningkatkan minat baca asal mau kreatif.

“Tinggal kalian mau atau tidak, kalian back to book. Boleh baca media sosial, tetapi jangan hanya itu, karena terlalu dangkal. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat ini pemerintah hadir untuk kita semua,” ujar Roro.

Roro mengatakan bahwa Perpustakaan Nasional pro aktif ke sekolah, pesantren, serta rumah sakit.

“Kalau perpusatakannya membosankan, buat menarik, misalnya dengan mengadakan ruang-ruang untuk diskusi dan art performance,” tambah Roro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *