Gubernur Aceh Resmikan RSUD dr Zubir Mahmud Idi

oleh -32 views

Aceh Timur, Suara Indonesia-News.com – Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah meresmikan penabalan nama baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi, Aceh Timur, menjadi RSUD dr Zubir Mahmud. Kegiatan yang dipusatkan di rumah sakit kebanggaan masyarakat Aceh Timur ikut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Aceh, Rabu (10/12).

Menempuh perjalanan udara selama 45 menit dari Banda Aceh, Gubernur dan rombongan mendarat mulus di lapangan Sepak bola Mon Sikureung, Idi, tepat pukul 08:40 WIB. Gubernur disambut langsung oleh Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib dan seluruh jajaran SKPK Aceh Timur.

Dalam rangkaian acara penabalan nama, penandatangan prasasti dan pembukaan selubung papan nama tersebut, panitia sempat pula memutar video yang berisi testimoni dari tokoh masyarakat Aceh Timur terkait dengan sosok dari dr Zubir mahmud.

Para tokoh yang memberikan testimoni tersebut adalah Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur, Anggota DPRK Aceh Timur, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur serta Istri dari (Alm) dr Zubir Mahmud.

Semua tokoh menyatakan sangat sepakat dengan penabalan nama tokoh pejuang kesehatan Aceh Timur itu. HAsballah M Thaib mengutarakan, semasa hidupnya, dr Zubir Mahmud selalu keluar masuk gampong untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Aceh Timur.

“Semangat pengabdian beliau dalam bidang kesehatan ini yang kita harapkan dapat dicontoh oleh seluruh dokter dan pegawai RSUD ini, pasca penabalan nama dr Zubir Mahmud yang sesaat lagi akan diresmikan oleh gubernur,” terang pria yang akrab disapa Rocky itu.

Sementara itu, Zaini Abdullah dalam sambutan singkatnya berharap kehadiran RSUD dr Zubir Mahmud dapat memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Aceh Timur dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan keberadaan RSUD dr Zubir Mahmud ini mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat, sehingga cita-cita kita meningkatkan kualitas masyarakat di wilayah Aceh Timur dan sekitarnya, dapat tercapai.”

Gubernur menjelaskan, persoalan kesehatan masyarakat merupakan salah satu beban yang harus ditangani Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh. Mengingat kualitas kesehatan masyarakat yang masih belum memuaskan.

Oleh karena itu, program pembangunan fasilitas kesehatan  merupakan satu program pokok Pemerintah Aceh, termasuk peningkatan fungsi dan sarana Rumah Sakit Umum Daerah yang ada di kabupaten/kota.

“Keberadaan RSUD dr Zubir Mahmud Idi termasuk salah satu perhatian, mengingat masalah kesehatan merupakan salah satu persoalan serius yang dihadapi daerah ini. Kita tahu, Aceh Timur memiliki populasi penduduk yang relatif cukup besar, oleh sebab itu penanganan kesehatan harusnya menjadi perhatian kita bersama,” kata gubernur.

Oleh karena itu, tambah gubernur, pembangunan fasiltas pelayanan kesehatan menjadi salah satu progam yang akan dijalankan Pemerintah Aceh. “Salah satu rencana yang sudah kita rancang adalah membangun sejumlah rumah sakit regional yang ada di Aceh.”

“Terkait dengan pembangunan rumah sakit regional ini sebenarnya telah saya sampaikan kepada Presiden RI beberapa waktu lalu. Pemerintah Pusat sudah menyatakan setuju. Kita berharap hal ini bisa segera terealisasi,” harap Zaini.

Sebagaimana diketahui, upaya menghadirkan RSUD yang memadai di Aceh Timur ini telah dilakukan sejak tahun 2012 dengan dukungan dari berbagai pihak. Saat ini, upaya perluasan sedang dalam tahap penyelesaian.

RSUD Idi merupakan satu-satunya Rumah Sakit yang ada di Aceh Timur. Awalnya rumah sakit ini adalah sebuah Puskesmas. Seiring dengan pemekaran wilayah Aceh Timur, akhirnya Puskesmas Idi ini ditingkatkan statusnya menjadi RSUD Idi.

“Seraya menunggu selesainya proses pembangunan gedung baru rumah sakit ini yang didanai oleh PT Medco, fungsi dan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berlanjut dan ditingkatkan. Langkah-langkah pembaruan tetap harus terus dilakukan,” pesan Gubernur.

Penabalan nama RSUD dr Zubir Mahmud, lahir berdasarkan Keputusan Pemerintah dan DPR Kabupaten Aceh Timur yang telah mengesahkan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang perubahan nama untuk rumah sakit ini, dari RSUD Idi Rayeuk menjadi RSUD dr Zubir Mahmud.

“Perubahan nama ini menurut saya merupakan langkah yang sangat tepat mengingat betapa besarnya perjuangan almarhum dr Zubir Mahmud dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat Aceh, termasuk hak dalam memperoleh kesehatan.”

Gubernur menjelaskan, nama dr Zubir Mahmud bukanlah nama yang asing bagi masyarakat di Kabupaten ini, mengingat besarnya sumbangsih dr Zubir Mahmud dalam bidang kesehatan serta keluarganya yang merupakan keluarga ulama.

“Bagi masyarakat Aceh Timur, saya yakin, dr Zubir Mahmud bukanlah nama asing karena beliau sangat dikenal di wilayah ini pada dekade tahun 80-an. Beliau adalah salah seorang tokoh perjuangan Aceh yang syahid pada masa konflik. Beliau adalah putra almarhum Teungku Mahmud Ranto Panjang, ulama kharismatik di wilayah Peureulak,” terang Zaini.

Gubernur menyambut baik dan menyampaikan rasa suka-citanya terhadap penabalan nama dr Zubir Mahmud di RSUD Idi. Gubernur berharap penabalan tersebut akan diingat oleh seluruh masyarakat, terutama generasi muda bahwa di daerah ini pernah dilahirkan seorang tokoh yang mengabdikan hidupnya dalam bidang kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan tanpa pamrih.

“Dan mudah-mudahan, semangat perjuangan dr Zubir Mahmud bisa memotivasi para dokter dan staf kesehatan di rumah sakit ini untuk lebih gigih berjuang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harap Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga menyerahkan cinderamata berupa lukisan wajah dr Zubir Mahmud kepada istri dr Zubir Mahmud, dr Hj hanariah Hara, didampingi putranya Iqbal.

Usai meresmikan RSUD dr Zubir Mahmud, gubernur dan rombongan melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan gedung baru RSUD dr Zubir Mahmud yang keseluruhan biaya pembangunannya ditanggung oleh PT Medco. PT Medco menargetkan  rumah sakit yang dibangun di Gampong Peudawa Puntong, Kecamatan Idi Timur tersebut, akan selesai dan bisa beroperasi pada Juli 2015 mendatang.

Selanjutnya gubernur dan rombongan menuju ke Aula Pendopo Bupati Aceh Timur untuk menggelar pertemuan dengan para dokter spesialis yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Setelah pertemuan tersebut gubernur dan rombongan dijamu makan siang oleh Rocky selaku Bupati Aceh Timur, dan tepat pukul 12:05 WIB Gubernur dan rombongan yang terdiri dari unsur Forkorpoimda kembali ke Banda Aceh dengan menggunakan Helikopter milik Kodam Iskandar Muda.(Reporter : Rusdi Hanafiah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *