Griyo Selo Segera Gelar Pameran Tunggal Batu Akik dan Permata

Pemilik Griya Selo ( kiri) bersama Boby kolektor akik dan permata

Suaraindonesia.news.com Kota Batu – Demam batu akik membuka peluang bagi siapa saja, salah satunya Sunaryo (56) yang memiliki Galeri Griyo Selo yang terletak di Jalan Minsuarso no 2, Kelurahan Sisir.

Pria paruh baya yang sudah menggeluti batu akik sejak tahun 1986 menjual jasa memoles batu dan jual beli batu akik serta permata di kediamannya.

Sunaryo mengaku sejak dulu dirinya adalah pengrajin batu. Mulai proses pemolesan hingga sudah siap pakai. “ Berhubung sekarang booming saya juga menggeluti jual beli batu akik dan permata dari berbagai jenis,” ungkap pria asli Jombang dikediamannya, Senin (25/5).

Pengunjung Griyo Selo rata-rata penghobi batu dari kalangan masyarakat biasa dan pegawai serta para pejabat wilayah Malang Raya bahkan dari beberapa daerah seperti Gresik, Surabaya, Mojokerto dan Jombang.

Masih kata pria yang biasa dipanggil Yoyok ini, di Griyo Selo, terdapat banyak jenis batuan Berkelas, mulai dari jenis batu akik bahkan permata-permata langka.

“ Untuk harga bervariasi tergantung kwalitas batu dan jenisnya. Mulai ratusan ribu bahkan kemarin saja batu permata saya dari jenis merah ruby dibeli orang Surabaya dan Gresik seharga Rp 60 juta,” bebernya.

Yoyok mengaku, omzet tiap hari Griyo Selo mampu membuat 30-40 batu dalam waktu sehari dengan 4 orang pekerja dari bahan baku mentah (bongkahan).

“ Untuk ongkos poles Griyo Selo memasang harga Rp 30 ribu untuk jenis batu akik, sedangkan untuk batu akik yang istimewa dan memiliki kesulitan saya mematok harga sampai Rp 300 ribu untuk jenis permatas seperti safir dan mira birma karena sulit gampang pecah,” terangnya.

Yoyok berharap supaya Batu terus booming apalagi batuan asli Indonesia tidak kalah dengan batuan luar negeri.

“ Saat ini kwalitas memang kalah dengan batuan luar negeri, namun kalau dari segi harga sudah banyak yang bisa menyamai batu permata luar negeri seperti jenis black oval dan bacan,” kata dia.

Dalam waktu dekat Griyo Selo, kata Yoyok berencana segera membuat pameran tunggul batu akik bekerjasama dengan para penghobi batu asli Kota Batu.

“ Nanti akan kami kumpulkan temen penghobi, insaallah sebelum puasa sudah terwujud. Dalam pameran saya akan membuat batu akik model buah apel dan katak,” ujarnya.

Yoyok merasa bersyukur, pilihannya untuk menggeluti dunia hobi batu akik sudah bisa mesekolahkan kedua anaknya hingga jenjang perguruan tinggi di kampus ternama di Kota Malang. ( Kurniawan ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here