GMNI Madura Minta Presiden Evaluasi Eksistensi BPWS Serta Gratiskan Tol Suramadu

oleh -25 views

BANGKALAN, Minggu (5/11/2017) suaraindonesia-news.com – Pelaksanaan kongres GMNI XX di Kabupaten Minahasa, akan dijadikan momentum untuk memperjuangkan isu-isu lokal oleh DPC GMNI Se-Madura.

Hal tersebut disampaikan pimpinan GMNI se-Madura saat menghadiri Konferensi Cabang ke-I DPC GMNI di Kabupaten Sampang, Minggu (5/11).

Dalam pertemuan Itu GMNI se-Madura membahas dampak pembangunan Jembatan Suramadu setelah delapan (8) tahun lalu diresmikan dan mengevaluasi keberadaan Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang tidak maksimal menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) nya sebagai badan pelaksana yang di mandatkan untuk melakukan pembangunan dan pengembangan.

Dikatakan oleh Qomaruddin, ketua GMNI Bangkalan, bahwa keberadaan Suramadu dinilai tidak memberikan manfaat yang berarti bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat madura.

Baca Juga: 35 Balon Siap Rebut Posisi Presidium dalam Munas KAHMI di Medan 

“Selama delapan tahun suramadu telah berdiri gagah, namun, keberadaan masyarakat madura secara umum tergolong kurang sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut ketua DPC GMNI sumenep Mansuri mengkritisi peran Badan pelaksana BPWS yang tidak maksimal, karena selama delapan tahun badan tersebut hanya melakukan penangan jalan dan pelatihan-pelatihan yang dinilai kurang berefek signifikan.

“BPWS Belum berbuat apa-apa selain melakukan pelatihan yang tak jelas tindak lanjutnya,” tegas bung Sur sapaan akrabnya.

Hal senada juga di ungkapkan Ali mashuri, Ketua Cabang GMNI sampang yang sedang melaksanakan Konferensi untuk pendefinitifpan itu.

Bung dimas sapaan akrabnya meminta Presiden untuk segera mengevaluasi keberadaan BPWS serta Tol Suramadu untuk digratiskan agar memberikan dampak positif terhadap peningkatan Ekonomi Madura.

“Lebih baik kalau Jembatan Suramadu digratiskan, dan keberadaan BPWS harus dievaluasi agar tidak hanya menghabiskan anggaran negara,” sarannya.

Lain dari pada itu ketua GMNI pamekasan Hasan Basri mendorong agar Isu pembangunam pasca suramadu ini di Kongres ke XX GMNI Minahasa yang juga akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Mari kita terus lakukan kordinasi dan isu ini mari kita bawa ke kongres minahasa,” ajak Hasan pada pimpinan GMNI lainya di Madura. (Anam/Jie).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *