Germas Hidup Sehat, Libatkan Dinas Multisektoral

Gerakan Masyarakat (Germas), saat mengadakan pertemuan disalah satu hall pertemuan di kota Lumajang.

LUMAJANG, Jumat (19/4/2019) suaraindonesia-news.com – Salam Gerakan Masyarakat (Germas) sehat, bugar, produktif, ceria. Itulah jawaban dari salam Germas yang diteriakan peserta saat mengikuti kegiatan tadi siang, disalah satu hall pertemuan di kota Lumajang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr. Rosyidah menjelaskan kalau pada tahun ini merupakan lokus (daerah yang didampingi secara teknis) pendampingan dari Dinkes Propinsi Jawa Timur.

Targetnya, kata dr Rosyidah adalah seluruh masyarakat di Kabupaten Lumajang. “Dalam germas ini, ada tim pokja yang didalam ada OPD yang saling terkait,” katanya.

Dan dalam mewujudkannya, ditegaskan dr Rosyidah, hal itu bersinergi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD.

“Selain itu, kami juga bermitra dengan ormas keagamaan,” tambahnya.

Secara global, di Indonesia, diuraikan dr Rosyidah, bahwa sedang mengalami perubahan pola penyakit dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, kanker dan lain-lain.

Meningkatnya kasus PTM ini, kata dr Rosyidah akan menambah beban pemerintah dan masyarakat.

“Tanpa upaya yang signifikan, kecenderungan kesakitan dan kematian serta permintaan pelayanan kesehatan akan terus meningkat, didorong oleh perubahan pola hidup masyarakat yang cenderung tidak aktif secara fisik, konsumsi buah dan sayur yang rendah serta konsumsi rokok dan alkohol,” imbuhnya.

Promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular, itu ditegaskan oleh dr Rosyidah menambahkan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo, mengatakan juga bahwa mengingat pencegahan penyakit akan sangat tergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, maka ketersediaan akan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non-pemerintah, dan masyarakat. Gerakan yang sistematis dan terus menerus diperlukan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat.

“Upaya promotif dan preventif ini sudah sejalan dengan RPJMN 2015-2019, yaitu upaya reformasi kesehatan yang difokuskan pada penguatan upaya kesehatan dasar (primary health care) dan penguatan upaya promotif dan preventif,” ungkap dr Bayu ketika dimintai keterangan via phone.

Germas hidup sehat ini, dikatakan dr Bayu, merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan bagi setiap orang untuk hidup sehat agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

Adapun beberapa tujuan umum dari Germas Hidup Sehat, menurut dr Bayu diantaranya untuk : (a) menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; (b) menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit; (c) menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; (d) menghindarkan peningkatan beban finansial penduduk untuk pengeluaran biaya kesehatan.

“Kalau tujuan khusus dari Germas Hidup Sehat adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat dalam upaya di bawah payung aksi promotif dan preventif serta menurunkan faktor risiko utama penyakit menular dan tidak menular,” paparnya lagi.

Tindakan promotif dan preventif, tersebut kata dr Bayu, terutama melalui :
a. peningkatan aktivitas fisik;
b. peningkatan perilaku hidup sehat;
c. penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi;
d. peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit;
e. peningkatan kualitas lingkungan; dan
f. peningkatan edukasi hidup sehat.

“Germas dilaksanakan dengan pendekatan multisektor,” ujarnya lagi.

Setiap pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, sesuai tugas pokok dan fungsinya, berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung (mendukung) upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui kampanye dan edukasi hidup sehat dan perubahan perilaku hidup sehat seperti beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, tidak merokok, memeriksakan kesehatannya secara rutin, menjaga higienitas pribadi dan keluarga serta kesehatan lingkungan.

Untuk kesinambungan pelaksanaan Germas di Kabupaten maka perlu dikomunikasikan, dimonitor dan dievaluasi secara berkala dalam wadah forum koordinas Germasi, untuk itu perlu diselenggarakan pertemuan Forum koordinasi dengan lintas sektor, output adanya forum komunikasi pelaksanaan Germas yang dilakukan oleh lintas sektor (lokus 2019) tersebut.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here