Gerebek Penyuplai Beras Bantuan Sembako, Polres Sumenep Amankan Lima Pelaku Usaha

oleh
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi saat mendatangi gudang beras oplosan.

SUMENEP, Jumat (28/2/2020) suaraindonesia-news.com – Penyuplai beras Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako di Kabupaten Sumenep, digerebek oleh Polisi di salah satu gudang yang berlokasi di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu (26/2), sekitar pukul 17.00 Wib.

AKBP Deddy Supriadi, Kapolres Sumenep menyampaikan, gudang UD. Yudatama di Desa Pamolokan tersebut diketahui telah mengoplos beras Bulog dengan beras petani, kemudian dikemas dalam karung berukuran 5 Kg berbagai merk. Hal itu dengan alasan untuk mengelabuhi para konsumen supaya mengira beras itu adalah berkualitas premium.

“Satreskrim Polres Sumenep telah berhasil melakukan pengungkapan adanya kegiatan pengoplosan beras, yang dicampur dari beras Bulog dengan beras petani menjadi beras kualitasnya premium,” kata Kapolres Sumenep, Jumat (28/2).

AKBP Deddy mengatakan, pekerjaan yang telah tekuni para pelaku usaha ini merupakan tindakan usaha pengoplosan beras sudah dilakoni sejak tahun 2018.

“Aktifasi beras oplosan tersebut tergantung pesanan dari agen yang ada di Kepulauan, saat ini kami telah temukan sekitar 10 ton beras yang akan dikirim ke Pulau Giligenting,” jelasnya.

Deddy menjelaskan, pelaku usaha pengoplosan beras ini melakukan penyemprotan cairan air pandan pada beras supaya terkesan harum, menarik daya jual dan menambah berat ketika ditimbang.

“Tadi pengolahannya disemprot juga dengan cairan pandan, supaya mendekati pada kualitas beras premium, untuk bahaya tidaknya nanti akan kita lihat hasil penelitian BPOM,” paparnya.

Lanjutnya, berdasarkan orang nomer satu di Polres Sumenep ini, sudah diketahui hasil pengecekan beras tersebut yang diperoleh dari penggerebekan ini tidak mengandung unsur plastik.

“Hasil pengecekan tadi tidak ditemukan sedikitpun beras yang mengandung plastik, kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli beras,” ungkapnya.

Dari persoalan kejadian ini, pelaku usaha tersebut diamankan sebanyak 5 orang, hal itu baik pemilik usaha tersebut maupun pekerja.

“Inisial pelaku adalah L dengan I sebagai pemilik, nanti akan kita minta keterangan mengingat ada pembuatan beras oplosan ini berdasarkan pembelajaran dari tempat usaha sebelumnya,” pungkasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *