Peristiwa

Gempa Bumi, Ratusan Siswa Berhamburan Keluar

×

Gempa Bumi, Ratusan Siswa Berhamburan Keluar

Sebarkan artikel ini
BPBD Korban dievakuasi 2
BPBD dievakuasi Korban dalam kegiatan sosialisasi Gempa

KOTA BATU, Suara Indonesia-News.Com –  Gempa bumi  yang dirasakan warga SMAN 02 Batu, Sabtu siang  (31/10/2015) membuat ratusan siswa berhamburan keluar menyelamatkan diri. Beruntung dalam peristiwa itu  tak satupun menjadi korban,  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Karangploso  Malang  yang biasa merilis adanya peristiwa gempa bumi, ternyata juga tak mengetahui peristiwa tersebut. Apakah titik gempa berada dimana  dan  dengan kekuatan skala ricter (SR) berapa juga tak terpantau ,

Maklum peristiwa gempa bumi yang terjadi di SMAN 02 Batu itu  bukanlah terjadi sungguhan, tetapi adalah bagian sosialisasi pelatihan dan  pembuatan  Standar operasi prosedur  sekolah aman dan  siaga bencana  yang dilakukan  oleh Badan Penangulangan Bancana Daerah (BPBD) kota Batu,  PMI dan  Brantas Reque kepada para siswa Siswi SMAN 02 Batu.

Gatot Nugroho Kepala Seksi Pencegahan  dan kesiap siagaan BPBD  kota Batu, saat ditemui  Sabtu siang (31/10) mengatakan  bahwa digelarnya  sosialisasi pelatihan dan pembuatan standar sekolah aman dan  operasi siaga bencana itu dimaksudkan  agar sekolah bisa memiliki kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana.

“Sebab  selama ini  sekolah-sekolah di kota Batu  belum tersentuh sosialisasi penanggulan bencana,  tahun ini  ada dua Sekolahan yang menjadi pilot projek yakni SMAN 01 dan 02 dengan nama satgas sekolah  siaga bencana” kata Gatot.

Menurutnya pemberian sosialisasi kepada siswa itu penting,  terutama  terjadi peristiwa gempa bumi, karena hingga saat ini lembaga manapun  tidak bisa meprediksi peristiwa tersebut, alat dteksi dini belum ada.

“Makanya anak-anak siswa di Batu, kita sosialisasikan pencegahan  bencana alam  terutama  peristiwa terjadinya  gempa bumi” tuturnya.

Dia berharap, bila terjadi peristiwa  gempa bumi, masyarakat tidak panik tapi tetap siaga untuk menyelamatkan diri sendiri dan menyelamatkan orang lain. Dalam sosialisasi itu siswa diajarkan  untuk membunuh kepanikan,

“Orang yang menjadi korban dalam peristiwa bencana alam salah satu penyebabnya adalah kepanikan, dengan kepanikan  korban bisa terinjak-injak hingga menimbulkan korban jiwa. Hal ini yang tidak kita inginkan” ungkap Gatot.

Ia mengungkapkan dalam pelatihan itu diperagakan,   bila terjadi peristiwa gempa bumi,  yang pertama melindungi kepala, berikutnya keluar dengan tertib dan sembunyi dikolom meja. Kemudian berikutnya menuju jalur evakuasi dan titik evakuasi.

Sementara itu kepala SMAN 02 Batu, menyabut positif dengan digelarnya sosialisasi dan pelatihan itu, sehingga dengan pelatihan itu siswa  dapat mengetahui  dan dapat menerapkan ilmunya  di sekolah ataupun dilingkungan masyarakat. (adi Wiyono)