Gelar Festival Ekonomi dan Budaya, LPM Universitas Jember Rangkul Pemerintah Kecamatan Sukowono

oleh -135 views
Hidayati, Ketua Panitia Festival Ekonomi dan Budaya Kec. Sukowono

Reporter : Guntur Rahmatullah

Jember, Sabtu (18/2/2017) suaraindonesia-news.com – Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Kantor Kecamatan Sukowono telah dipadati oleh masyarakat setempat yang diundang oleh Pak Camat untuk mendapatkan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan tersebut mengenai upaya memberi nilai lebih bagi produk lokal masyarakat setempat.

Acara tersebut mengusung tema “Festival Ekonomi dan Budaya Kecamatan Sukowono”, program ini memberi arahan bagi pelaku usaha mikro yang berada di wilayah Kecamatan Sukowono. Hal ini berangkat dari observasi para mahasiswa peserta KKN Universitas Jember yang diterjunkan di Kecamatan Sukowono dan menemukan potensi lokal yaitu produksi pangan dari masyarakat setempat berupa berbagai macam olahan kripik, seperti keripik gadung, keripik opak salah satunya, namun pengolahan serta manajemennya masih jauh dari sempurna.

Hidayati, ketua panitia dari acara ini mengatakan pihaknya berusaha melakukan pendampingan mulai dari cara mengolah, packaging, pemasaran produk lokal setempat.

“Mengingat sejauh pemantauan kami bahwa masyarakat setempat disini sudah bisa memproduksi, tapi manajemennya untuk menaikkan nilai jual masih seadanya,” jelasnya.

Sementara pihak Pemerintah Kecamatan Sukowono melibatkan instansi terkait seperti Bank Indonesia, HIPMI, UMKM untuk juga memberikan arahan kepada masyarakat dalam acara ini.

Camat Sukowono, Bapak Sumanto, S.H., M.Si mengatakan pihaknya mengundang instansi terkait dengan harapan produk lokal masyarakat ini bisa lebih meningkat harga jual yang kemudian akan berdampak pula kepada kesejahteraan masyarakat disini.

“Saya berharap kepada perbankan, dalam hal ini Bank Indonesia agar bisa memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat saya, sehingga masyarakat saya ini bisa lebih meningkatkan produksinya,” ujar Sumanto.

Dari acara ini, masyarakat diajarkan secara langsung mengenai cara untuk memberi nilai lebih yang kreatif sehingga akan mendongkrak harga jual produk tersebut.

“Kalau bapak dan ibu bisa memberi nilai lebih semisal bungkusnya (packaging) itu menarik, maka harga jualnya bisa berlipat lagi,” ucap Tantri Wulandari Subroto, ketua HIPMI Perguruan Tinggi Negeri Jember yang saat itu menjadi pembicara dalam acara ini.

Mengenai keberlanjutan setelah diadakannya festival ini, ketua panitia, Hidayati telah berkoordinasi dengan sejumlah toko oleh-oleh yang cukup terkenal di Kabupaten Jember untuk memperlancar proses pemasarannya. Sedangkan dari Pemerintah Kecamatan Sukowono, Bapak Sumanto, S.H., M.Si berjanji akan mengawal terus masyarakat terkait pengelolaan produk lokal setempat mulai dari segi pendanaan, pendampingan, serta pemasarannya agar tercipta kegiatan ekonomi kreatif yang akan meningkatkan kesejahteraan.

Dari segi budaya, festival ini juga mementaskan budaya lokal khas setempat yaitu can-macanan kadduk, juga budaya lainnya seperti karawitan, tari tradisional, reog ponorogo. Dari segi ekonomi, festival ini memamerkan produk lokal setempat serta dihibur dengan hiburan akustik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *